Pendidikan multikultural memiliki peran strategis dalam membentuk peserta didik yang mampu memahami, menghargai, dan hidup secara harmonis dalam masyarakat yang memiliki keragaman budaya. Dalam konteks Madura, pengembangan pendidikan multikultural perlu memperhatikan kearifan lokal sebagai bagian dari identitas, nilai sosial, dan sumber pembentukan karakter masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara pendidikan multikultural dan kearifan lokal Madura serta mengidentifikasi potensi nilai-nilai budaya lokal dalam mendukung pembentukan karakter, toleransi, dan kehidupan sosial yang inklusif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan. Data diperoleh dari berbagai artikel ilmiah, buku, prosiding, dan dokumen akademik yang relevan dengan pendidikan multikultural, kearifan lokal Madura, pendidikan karakter, moderasi beragama, dan pembelajaran berbasis budaya. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, kategorisasi, interpretasi, sintesis, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kearifan lokal Madura memiliki nilai pendidikan yang kuat, terutama dalam aspek penghormatan kepada orang tua dan guru, tanggung jawab sosial, solidaritas, kesantunan, gotong royong, dan kepedulian terhadap lingkungan. Nilai-nilai tersebut dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran, budaya sekolah, pendidikan karakter, dan pendidikan moderasi beragama. Integrasi kearifan lokal juga dapat memperkuat identitas budaya peserta didik sekaligus membangun keterbukaan terhadap keberagaman. Namun, implementasinya memerlukan pendekatan kritis agar pelestarian budaya tidak berkembang menjadi eksklusivisme, serta perlu didukung inovasi pembelajaran dan teknologi digital. Penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan multikultural berbasis kearifan lokal Madura dapat menjadi strategi untuk menghubungkan identitas lokal, pembentukan karakter, toleransi, dan kompetensi global dalam menghadapi perubahan sosial dan perkembangan era digital.
Copyrights © 2026