Publish Date
30 Nov -0001
Abstract. This study aims to examine in depth how the implementation of the Independent Curriculum can develop literacy in early childhood at KOBER Essenville. Literacy is a fundamental aspect of early childhood education because it is directly related to language skills, critical thinking, and children's readiness to enter the next level of education. The Independent Curriculum presents a breakthrough in the Indonesian education system by providing freedom and flexibility to educational units and educators in designing learning that is tailored to the needs and characteristics of students. This study used a qualitative approach with descriptive methods. Data collection techniques included observations of teaching and learning activities, interviews with teachers, and documentation of children's work and lesson plans. The results showed that teachers at KOBER Essenville were able to integrate literacy activities into thematic learning based on children's interests and experiences. Strategies used included shared reading, storytelling, role-playing, and the use of visual and interactive media. Children demonstrated improvements in letter recognition, story comprehension, and verbal communication skills. Despite several obstacles, such as limited literacy resources and the need for further teacher training, the teachers' enthusiasm for continuous innovation and building a supportive learning environment remained a key strength. The findings of this study are expected to contribute to early childhood education practitioners and policymakers in developing literacy learning models based on the Independent Curriculum. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam bagaimana penerapan Kurikulum Merdeka dapat mengembangkan literasi pada anak usia dini di KOBER Essenville. Literasi merupakan salah satu aspek fundamental dalam pendidikan anak usia dini karena berkaitan langsung dengan kemampuan berbahasa, berpikir kritis, serta kesiapan anak untuk memasuki jenjang pendidikan berikutnya. Kurikulum Merdeka hadir sebagai terobosan dalam sistem pendidikan Indonesia dengan memberikan kebebasan dan fleksibilitas kepada satuan pendidikan serta pendidik dalam menyusun pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi terhadap kegiatan belajar mengajar, wawancara dengan guru, serta dokumentasi terhadap hasil karya anak dan rencana pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru di KOBER Essenville mampu mengintegrasikan kegiatan literasi dalam pembelajaran tematik berbasis minat dan pengalaman anak. Strategi yang digunakan meliputi kegiatan membaca bersama, mendongeng, bermain peran, serta penggunaan media visual dan interaktif. Anak-anak menunjukkan peningkatan dalam aspek pengenalan huruf, kemampuan memahami isi cerita, serta keterampilan berkomunikasi secara verbal. Meskipun terdapat beberapa hambatan seperti keterbatasan sumber daya literasi dan perlunya pelatihan lanjutan bagi guru, semangat guru untuk terus berinovasi dan membangun lingkungan belajar yang mendukung tetap menjadi kekuatan utama. Temuan dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi praktisi PAUD dan pembuat kebijakan dalam mengembangkan model pembelajaran literasi berbasis Kurikulum Merdeka.
Copyrights © 0000