Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education
195-202

Konten Kekerasan Fisik dalam Film Kartun SpongeBob SquarePants serta Peran Preventif dan Kuratif Orang Tua terhadap Perilaku Moral Anak Usia Dini

Sani Nur Najmi (Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Bandung, Indonesia.)
Erhamwilda (Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Bandung, Indonesia.)
Arif Hakim (Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Bandung, Indonesia.)



Article Info

Publish Date
30 Nov -0001

Abstract

Abstract. This study aims to identify the forms of physical violence present in SpongeBob SquarePants cartoons and analyze the role of parents in managing the effects of such content on the moral behavior of early childhood children. Using a qualitative approach with content analysis and interviews, the study involved ten parents of children aged 4–6 years with varying viewing frequencies. The results show that physical violence such as hitting, kicking, and slamming often appears in several watched episodes. Children who watched without supervision tended to imitate those scenes and displayed more aggressive behavior. On the other hand, children who were accompanied and guided by their parents were better at self- regulation and distinguishing right from wrong. Parents play a vital role both in preventive efforts (such as setting limits and offering understanding) and curative actions (such as advising or correcting when children imitate negative behaviors). Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk kekerasan fisik yang muncul dalam kartun SpongeBob SquarePants dan menganalisis bagaimana peran orang tua dalam menghadapi dampak tayangan tersebut terhadap perilaku moral anak usia dini. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi dan wawancara, penelitian ini melibatkan sepuluh orang tua anak usia 4–6 tahun dengan frekuensi menonton yang bervariasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekerasan fisik seperti memukul, menendang, dan membanting sering muncul dalam beberapa episode kartun yang ditonton. Anak-anak yang menonton tanpa pendampingan cenderung meniru adegan tersebut dan menunjukkan perilaku agresif dalam interaksi sosialnya. Sebaliknya, anak-anak yang didampingi secara aktif oleh orang tua cenderung memiliki kontrol diri yang lebih baik dan mampu membedakan perilaku baik dan buruk. Peran orang tua sangat penting baik dalam aspek preventif (membatasi durasi dan memberi pemahaman) maupun kuratif (memberi nasihat atau koreksi saat anak mulai meniru perilaku negatif).

Copyrights © 0000






Journal Info

Abbrev

BCSECTE

Publisher

Subject

Religion Education Social Sciences Other

Description

Bandung Conference Series: Early Childhood Teacher Education (BCSECTE) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Pendidikan Guru Paud dengan ruang lingkup sebagai berikut: Anak Usia dini (5-6 tahun), Bahasa Ekspresif, Bercerita, Berpikir logis ...