Perancangan Jaringan pada Teknologi 5G sangat perlu diperhatikan dari berbagai aspek agar jangkauan dan konektivitas menjadi efektif dan efisien. Penerapan 5G di Indonesia meliputi alokasi spektrum, pembangunan infrastruktur, dan dukungan regulasi bertujuan memitigasi masalah-masalah kebutuhan khusus daerah perkotaan dan pedesaan. Kota Banjarmasin yang memiliki istilah ‘ Kota Seribu Sungai’ berpotensi dalam mengadopsi teknologi 5G untuk mendukung pengembangan sektor ekonomi, pendidikan, dan pemerintahan berbasis digital. Menurut data resmi BPS Kota Banjarmasin, memiliki kepadatan penduduk yang tinggi dibandingkan kota-kota lain di Kalimantan, menjadikannya lokasi ideal untuk layanan digital berkecepatan tinggi. Adanya pertumbuhan permukiman dan kawasan bisnis menciptakan permintaan akan layanan internet cepat dan stabil. Metode yang digunakan mencakup evaluasi kebutuhan jaringan, perencanaan kapasitas, dan simulasi teknis menggunakan perangkat lunak Atoll. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa Banjarmasin memiliki demand traffic sebesar 2,13 Gbps/km² dengan maksimum data rate untuk uplink 1875,03 Gbps/km dan downlink 3505,50 Gbps/km. Analisis kapasitas menunjukkan kebutuhan 84 gNodeB dengan radius cakupan optimal 0,72 km per site. Evaluasi parameter SS-RSRP menunjukkan nilai rata-rata -75,41 dBm, sementara SS-SINR menunjukkan rata-rata 19,33 dB, keduanya menunjukkan kualitas sinyal yang baik. Simulasi RLC Throughput juga menunjukkan hasil optimal dengan rata-rata peak throughput sebesar 84.505,06 kbps. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi untuk implementasi jaringan 5G di kota dengan karakteristik geografis yang kompleks.
Copyrights © 2025