Krisis ekologis Danau Tondano menegaskan pentingnya penguatan ekoliterasi melalui pembelajaran yang kontekstual. Penelitian ini bertujuan menganalisis aktualisasi ekoliterasi dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat integrasinya, serta mengkaji perkembangan sikap peduli lingkungan siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus dan strategi most-favorable-case di SMP Negeri 4 Tondano. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, focus group, dan telaah dokumen, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa serta analisis kontrastif dengan tiga sekolah pembanding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi ekoliterasi berlangsung melalui dua jalur yang belum sepenuhnya terkoordinasi, yaitu jalur institusional melalui program AKBER LIMIT dan jalur kurikuler melalui pembelajaran IPS. Program ekologis harian membentuk konteks pedagogis yang kuat, tetapi kemampuan berpikir jangka panjang dan sistemis siswa masih relatif lemah. Hambatan utama bersifat struktural, meliputi keterbatasan kompetensi konseptual guru, tekanan kurikuler, minimnya bahan ajar kontekstual, inkonsistensi norma ekologis, dan terbatasnya kolaborasi antarguru. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan ekoliterasi memerlukan integrasi sistemik antara program sekolah, pembelajaran, lingkungan lokal, budaya, dan komunitas.
Copyrights © 2026