Miskonsepsi pada materi gelombang merupakan salah satu permasalahan dalam pembelajaran fisika karena konsep yang bersifat abstrak dapat menyulitkan peserta didik dalam menghubungkan fenomena dengan konsep ilmiah. Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan pemahaman konsep dan miskonsepsi siswa kelas XI pada materi gelombang setelah penerapan metode pembelajaran demonstrasi serta mengevaluasi karakteristik instrumen menggunakan Model Rasch. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi eksperimen Non-Equivalent Pretest–Posttest Replication Design. Subjek penelitian berjumlah 68 siswa kelas XI SMA Muhammadiyah Batudaa yang terbagi dalam dua kelas replikasi. Data dikumpulkan menggunakan Three-Tier Diagnostic Test dan dianalisis melalui kategori pemahaman konsep serta Model Rasch dengan bantuan perangkat lunak Ministeps. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pemahaman konsep pada kedua kelas. Pada kelas XI B, kategori paham konsep meningkat dari 21% menjadi 59%, sedangkan miskonsepsi menurun dari 8% menjadi 2%. Pada kelas XI C, pemahaman konsep meningkat dari 12% menjadi 71%, sementara miskonsepsi menurun dari 7% menjadi 5%. Kategori tidak paham konsep juga menurun pada kedua kelas. Analisis Rasch menunjukkan sebagian besar butir sesuai dengan model, meskipun beberapa butir memerlukan peninjauan lebih lanjut. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran demonstrasi berkontribusi positif terhadap peningkatan pemahaman konsep dan reduksi miskonsepsi pada materi gelombang.
Copyrights © 2026