Remaja merupakan generasi penerus yang berperan penting dalam mewujudkan bonus demografi Indonesia, sehingga penguatan kesadaran mereka terhadap perencanaan masa depan menjadi kebutuhan mendesak. Namun, program pembinaan remaja di Desa Ngadipuro, Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar, masih berfokus pada kegiatan sosial dan keagamaan, sementara edukasi mengenai perencanaan pendidikan, karier, dan kesiapan berkeluarga belum dilaksanakan secara terstruktur. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kesadaran remaja terhadap perencanaan masa depan melalui Program Sosialisasi Remaja yang dilaksanakan selama satu bulan sebagai bagian dari FISIP Bakti Desa, menyasar siswa kelas VII, VIII, dan IX SMP Satu Atap Wonotirto dengan materi yang disesuaikan pada setiap jenjang, yaitu Pergaulan Sehat dan Kesehatan Mental Remaja, Perencanaan Pendidikan dan Karier, serta Pencegahan Pernikahan Dini dan Kesehatan Reproduksi Remaja. Metode pengabdian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui pemaparan materi interaktif, ice breaking, dan Focus Group Discussion, dengan data dikumpulkan melalui observasi partisipatif dan lembar refleksi peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa remaja telah memiliki pengetahuan dasar pada ketiga topik tersebut, tetapi belum mendalam dan belum sepenuhnya diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Peserta menunjukkan partisipasi dan antusiasme yang baik, ditandai keaktifan bertanya, berdiskusi, dan menyampaikan pengalaman pribadi, yang menjadi indikator keterlibatan dan penerimaan terhadap materi, meskipun perubahan kesadaran belum dapat diukur secara kuantitatif karena tidak digunakan instrumen pretest-posttest. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi partisipatif dapat menjadi langkah awal membangun orientasi masa depan remaja desa, sehingga keberlanjutan program dan evaluasi yang lebih terukur tetap diperlukan agar kesadaran yang terbentuk dapat berkembang menjadi kemampuan nyata dalam merencanakan masa depan.
Copyrights © 2026