cover
Contact Name
Hilalludin
Contact Email
hilalluddin34@gmail.com
Phone
+6281999248333
Journal Mail Official
hilalluddin34@gmail.com
Editorial Address
Bantek, Desa Bagik Payung, Suralaga, Lombok Timur, NTB
Location
Kab. sumbawa barat,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
ISSN : 31235522     EISSN : 31235522     DOI : -
SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora [ISSN 3123-5522] adalah jurnal akses terbuka yang diterbitkan oleh PT RisTekUtama (Riset Cendikia Teknologi Utama). Jurnal ini menjadi wadah untuk menyebarluaskan hasil penelitian ilmiah, kajian konseptual, serta pemikiran kritis di bidang ilmu sosial, humaniora, dan pengembangan masyarakat. Artikel-artikel yang diterbitkan dapat berasal dari akademisi, peneliti, pendidik, dan praktisi yang relevan dengan fokus kajian jurnal. SciNusa menerima naskah berupa artikel hasil penelitian, tinjauan pustaka, dan diskusi ilmiah. Semua naskah yang masuk akan melalui proses tinjauan sejawat (peer-review) secara double-blind oleh reviewer nasional maupun internasional yang kompeten di bidangnya. Jurnal ini terbit empat kali dalam setahun, yaitu pada bulan April, Juli, Oktober, dan januari. Artikel yang telah dinyatakan diterima akan ditampilkan terlebih dahulu pada bagian In-Press sebelum diterbitkan secara resmi. Seluruh proses penerbitan dilakukan secara daring.
Articles 11 Documents
Dinamika Perubahan Sosial Masyarakat Digital dan Dampaknya terhadap Identitas Remaja Hilalludin Hilalludin; Siti Nur Suciowati; Dedi Sugari; Erna Dwi Maryani
SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 1 No 03 (2025): SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan masyarakat digital telah menghadirkan perubahan sosial yang cepat, kompleks, dan multidimensional, yang secara signifikan memengaruhi pembentukan identitas remaja. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika perubahan sosial digital serta dampaknya terhadap konstruksi identitas remaja dalam perspektif pendidikan dan pemikiran Islam kontemporer. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kepustakaan, penelitian ini menelaah literatur mutakhir yang mencakup teori identitas, budaya digital, literasi keagamaan, dan pedagogi Islam modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruang digital menjadi arena baru bagi remaja dalam mengekspresikan diri, namun sekaligus menghadirkan tekanan performativitas, paparan risiko moral, dan fenomena fragmentasi identitas antara dunia online dan offline. Temuan juga mengungkap bahwa remaja Muslim menghadapi tantangan etis yang semakin kompleks, termasuk keaslian diri, kejujuran digital, serta otoritas keagamaan yang semakin terdisrupsi oleh algoritma dan konten populer. Di sisi lain, ruang digital menyediakan peluang untuk pembelajaran agama yang lebih inklusif melalui akses literatur, komunitas kajian virtual, dan konten dakwah kreatif. Penelitian ini menegaskan bahwa pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam membekali remaja dengan literasi digital religius, etika bermedia, dan kesadaran spiritual, sehingga mampu menavigasi realitas digital secara bijak. Sintesis penelitian menawarkan kerangka konseptual yang mengintegrasikan nilai akhlaq dengan kompetensi digital sebagai kontribusi pemikiran penting untuk pengembangan model pembinaan identitas remaja yang etis, kritis, dan adaptif di era masyarakat digital.
Peran Modal Sosial dalam Membangun Ketahanan Masyarakat pada Era Post-Pandemi Hilalludin Hilalludin; Dedi Sugari; Muhammad Mustakfibillah; Erna Dwi Maryani
SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 1 No 03 (2025): SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi COVID-19 memunculkan dinamika sosial, ekonomi, dan psikologis yang menantang ketahanan masyarakat di berbagai level. Pada era post-pandemi, modal sosial menjadi elemen yang semakin signifikan dalam menentukan kemampuan masyarakat untuk pulih, beradaptasi, dan mempertahankan keberlanjutan kehidupan sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka untuk menganalisis bagaimana modal sosial melalui dimensi bonding, bridging, dan linking berkontribusi terhadap ketahanan ekonomi, kesehatan mental, serta solidaritas sosial. Hasil kajian menunjukkan bahwa modal sosial bonding memperkuat dukungan emosional dan rasa memiliki, yang menjadi faktor pelindung terhadap stres dan kecemasan selama krisis. Sementara itu, modal sosial bridging mampu memperluas jaringan kolaborasi, menghidupkan kembali ekonomi lokal, serta memfasilitasi inovasi sosial melalui komunitas digital dan interaksi hybrid. Transformasi interaksi sosial pasca-pandemi menunjukkan bahwa masyarakat mengadopsi pola komunikasi dan kerja sama yang memadukan ruang fisik dan digital, memperkuat struktur jaringan sosial yang adaptif dan inklusif. Temuan lain mengungkap bahwa solidaritas sosial yang lahir pada masa pandemi terus berlanjut dalam bentuk program pemulihan komunitas, distribusi sumber daya, dan dukungan pendidikan, sehingga memperkuat collective efficacy masyarakat. Kesimpulannya, modal sosial terbukti menjadi fondasi utama ketahanan masyarakat pada era post-pandemi, tidak hanya dalam konteks pemulihan ekonomi, tetapi juga dalam menjaga stabilitas psikososial dan kohesi sosial jangka panjang. Penelitian ini menegaskan pentingnya rekonstruksi modal sosial sebagai strategi pembangunan sosial yang berkelanjutan.
Transformasi Budaya Lokal di Tengah Arus Modernisasi Global Hilalludin Hilalludin; Miftahul Adila Fitria; Dedi Sugari; Erna Dwi Maryani
SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 1 No 03 (2025): SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transformasi budaya lokal dalam arus modernisasi global telah menjadi isu sentral dalam kajian sosial dan keagamaan kontemporer, khususnya dalam konteks pendidikan dan pemikiran Islam di Indonesia. Artikel ini bertujuan menganalisis dinamika perubahan budaya lokal, peran teknologi digital dalam reinterpretasi budaya, serta implikasinya terhadap konstruksi identitas Muslim modern. Menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, kajian ini menelaah literatur akademik mutakhir yang relevan dalam bidang antropologi budaya, sosiologi global, dan pendidikan Islam. Hasil analisis menunjukkan bahwa transformasi budaya lokal tidak bersifat linear, melainkan merupakan proses dialektis yang melibatkan negosiasi antara nilai tradisional, kultur global, dan pengaruh ruang digital. Teknologi digital berfungsi sebagai arena baru bagi produksi, adaptasi, dan revitalisasi budaya lokal, yang melahirkan bentuk-bentuk budaya hibrid yang lebih adaptif. Dalam perspektif pendidikan Islam, perubahan budaya ini menuntut pendekatan pedagogis yang integratif dan kontekstual, sebagaimana ditegaskan oleh paradigma integratif-interkonektif. Nilai-nilai budaya lokal yang sejalan dengan prinsip akhlak Islam dapat berperan sebagai fondasi pendidikan karakter dan penguatan identitas Muslim di tengah tantangan global. Kesimpulannya, transformasi budaya lokal tidak hanya merefleksikan perubahan sosial, tetapi juga membuka peluang pembaruan pedagogis dan penguatan identitas keislaman yang lebih relevan dengan realitas masyarakat modern.
Analisis Pengaruh Media Sosial terhadap Pola Komunikasi Generasi Z di Indonesia Hilalludin Hilalludin; Erna Dwi Maryani; Dedi Sugari; Muhammad Farhan Rifky Afif
SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 1 No 03 (2025): SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaruh media sosial terhadap pola komunikasi Generasi Z di Indonesia dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif berbasis studi pustaka. Latar belakang penelitian menunjukkan bahwa Generasi Z sebagai digital natives mengalami perubahan signifikan dalam cara berinteraksi akibat penetrasi teknologi digital dan budaya global. Hasil kajian literatur mengungkap bahwa media sosial tidak hanya mengubah struktur komunikasi dari yang sebelumnya berbasis tatap muka menjadi digital, instan, dan visual, tetapi juga memengaruhi dinamika relasi sosial, pembentukan identitas, serta praktik komunikasi sehari-hari. Generasi Z mengembangkan gaya bahasa baru, memprioritaskan komunikasi singkat, dan mengekspresikan diri melalui simbol, meme, serta konten audiovisual. Selain itu, ketergantungan pada validasi sosial melalui likes, views, dan komentar menciptakan dimensi psikologis baru dalam interaksi digital yang berdampak pada pembentukan citra diri dan kesejahteraan emosional. Temuan juga menunjukkan adanya hibriditas budaya melalui proses glokalisasi, di mana Generasi Z mengadaptasi budaya global tanpa meninggalkan identitas lokal. Perubahan pola komunikasi ini menuntut adaptasi pendidikan, terutama dalam memperkuat literasi digital, literasi budaya, serta kemampuan komunikasi yang etis dan kritis. Penelitian ini menegaskan bahwa media sosial menjadi arena penting dalam membentuk komunikasi, identitas, dan komunitas Generasi Z, sehingga diperlukan pendekatan pendidikan dan kebijakan sosial yang lebih responsif terhadap dinamika budaya digital kontemporer.
Kearifan Lokal sebagai Modal Humaniora dalam Penguatan Harmoni Sosial Hilalludin Hilalludin; Dedi Sugari; Erna Dwi Maryani; Adel Vieka Octamiana
SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 1 No 03 (2025): SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mengkaji peran kearifan lokal sebagai modal humaniora dalam memperkuat harmoni sosial di tengah tantangan globalisasi, modernisasi, dan penetrasi budaya digital. Berangkat dari kegelisahan akademik bahwa nilai-nilai lokal mulai terpinggirkan oleh budaya global yang serbainstan, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi pustaka mendalam untuk menelaah relevansi dan transformasi nilai budaya lokal dalam konteks sosial kontemporer. Temuan menunjukkan bahwa kearifan lokal tidak hanya berfungsi sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai modal sosial yang mampu menguatkan kohesi, solidaritas, serta resolusi konflik melalui mekanisme trust, reciprocity, dan identitas kolektif. Dalam pendidikan humaniora, nilai-nilai lokal terbukti berpengaruh signifikan dalam membentuk karakter dan kesadaran kritis generasi muda melalui proses internalisasi nilai yang terstruktur, sebagaimana ditegaskan dalam kerangka pendidikan humanistik. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa modernisasi justru mendorong terjadinya adaptasi kreatif kearifan lokal melalui proses glokalisasi, menghasilkan bentuk-bentuk baru seperti gotong royong digital, komunitas daring berbasis solidaritas, dan revitalisasi budaya melalui platform digital. Temuan tersebut memperlihatkan bahwa kearifan lokal memiliki fleksibilitas kultural yang memungkinkan masyarakat mempertahankan identitas, merawat keberagaman, dan menciptakan harmoni sosial di tengah perubahan global yang cepat. Dengan demikian, artikel ini menegaskan bahwa kearifan lokal merupakan modal humaniora strategis yang berperan penting dalam membangun ketahanan sosial dan memperkuat integrasi masyarakat di era modern.
Pengembangan Inovasi Teori Pendidikan Perspektif Al-Qur’an Hilalludin Hilalludin
SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 2 No 01 (2026): SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Inovasi pendidikan dalam perspektif Islam tidak dapat dipahami semata-mata sebagai pembaruan metode, strategi, atau pemanfaatan teknologi pembelajaran. Lebih dari itu, inovasi pendidikan Islam merupakan upaya integral untuk memperkuat dimensi spiritual dan moral dalam keseluruhan proses pendidikan. Al-Qur’an sebagai sumber utama ajaran Islam memberikan fondasi normatif dan filosofis bagi lahirnya sistem pendidikan yang berorientasi pada pengembangan potensi manusia secara holistik, mencakup kecerdasan intelektual, emosional, spiritual, dan moral. Prinsip-prinsip pendidikan Qur’ani seperti tauhid sebagai orientasi utama, kewajiban menuntut ilmu sepanjang hayat, keteladanan (uswah hasanah), serta pembentukan akhlak mulia menjadi kerangka dasar dalam pengembangan teori dan praktik pendidikan Islam. Dalam konteks modern yang ditandai oleh pesatnya perkembangan teknologi dan kompleksitas tantangan global, pendidikan Islam dituntut untuk bersikap adaptif tanpa kehilangan nilai-nilai ilahiah yang menjadi ruhnya. Integrasi inovasi pendidikan dengan nilai-nilai Al-Qur’an diyakini mampu menjadi solusi atas krisis moral dan spiritual generasi masa kini. Dengan demikian, pendidikan tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan insan yang beriman, beradab, dan bertanggung jawab terhadap kehidupan sosial dan kemanusiaan. Inovasi pendidikan berbasis Al-Qur’an pada akhirnya melahirkan paradigma pendidikan yang seimbang antara akal dan hati, ilmu dan hikmah, serta kemajuan dan nilai-nilai keabadian.
Implementasi Desain Kreatif Berbasis Kebutuhan UMKM sebagai Strategi Penguatan Branding Irfan Fauzy; Muhamad Fikri; Ikhwanul Kurnia Rahman
SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 2 No 01 (2026): SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam perekonomian daerah, namun masih banyak yang menghadapi kendala dalam penguatan branding, khususnya pada aspek identitas visual. Permasalahan ini umumnya disebabkan oleh desain yang tidak dirancang berdasarkan kebutuhan usaha dan karakter pasar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi desain kreatif berbasis kebutuhan UMKM sebagai strategi penguatan branding pada salah satu UMKM yang berlokasi di Pasar Kemuning, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi awal UMKM belum memiliki sistem branding yang terencana, ditandai dengan identitas visual yang sederhana, tidak konsisten, dan kurang merepresentasikan nilai lokal. Melalui proses identifikasi kebutuhan desain yang melibatkan pelaku UMKM secara aktif, dilakukan perancangan ulang identitas visual yang mencakup logo, kemasan produk, dan elemen visual pendukung. Implementasi desain kreatif berbasis kebutuhan terbukti mampu meningkatkan konsistensi visual, memperkuat identitas merek, serta meningkatkan daya tarik dan kepercayaan konsumen terhadap produk UMKM. Penelitian ini menyimpulkan bahwa desain kreatif berbasis kebutuhan tidak hanya berfungsi sebagai elemen estetika, tetapi juga sebagai strategi branding yang efektif dan berkelanjutan. Pendekatan ini mampu menjawab permasalahan lemahnya identitas visual UMKM serta meningkatkan daya saing usaha, khususnya di kawasan dengan potensi pasar dan wisata seperti Pasar Kemuning.
Anti Semitis Dan Keragaman Interpretasi Makna Yahudi Dalam Al Qur‘an Fikri Amiq Setiawan; Fatmah Zaenal Arifin Hambali; Mauidlotun Nisa; Wati Susiawati
SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 2 No 01 (2026): SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keragaman interpretasi makna dalam Al-Qur’an merupakan konsekuensi linguistik dari karakter bahasa Arab yang bersifat polisemik, kontekstual, dan berlapis secara semantik. Penelitian ini mengkaji problem kebahasaan yang muncul dalam penafsiran ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan Yahudi, khususnya dalam kaitannya dengan potensi lahirnya sikap anti semitis akibat penyempitan atau generalisasi makna. Melalui metode studi pustaka terhadap jurnal nasional lima tahun terakhir, penelitian ini menemukan bahwa perbedaan penggunaan istilah seperti al-Yahūd, Banī Isrā’īl, dan al-ladzīna hādū memiliki implikasi penting terhadap pemahaman teologis dan historis pembaca kontemporer. Ketidaktepatan dalam memahami variasi makna istilah tersebut berpotensi menimbulkan bias penafsiran, termasuk kecenderungan stereotip dan penilaian normatif yang tidak proporsional terhadap komunitas Yahudi. Hasil kajian menunjukkan bahwa problem anti semitis dalam interpretasi ayat-ayat terkait Yahudi sering dipengaruhi oleh ambiguitas leksikal, keterbatasan pemahaman konteks sejarah pewahyuan, serta perbedaan paradigma antara tafsir klasik dan tafsir kontemporer. Oleh karena itu, pendekatan linguistik yang cermat dan pembacaan historis yang komprehensif menjadi prasyarat penting untuk menghasilkan pemahaman Al-Qur’an yang adil, kontekstual, dan bebas dari bias penafsiran.
Muhammad Qaddur: Biografi Intelektual, Karya-Karyanya, Pemikiran Kebahasaaraban, dan Pengaruhnya terhadap Pengembangan Linguistik Arab Fatimah Azzahra Putri; Muhbib Abdul Wahab; Erta Mahyudin; Azkia Muharom Albantani
SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 2 No 01 (2026): SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makalah ini mengkaji pemikiran kebahasaaraban Ahmad Muhammad Qaddur sebagai salah satu tokoh penting dalam studi linguistik Arab modern. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan biografi intelektual Qaddur, mengidentifikasi karya-karya utamanya, menganalisis karakter pemikirannya, serta menelusuri pengaruhnya terhadap pengembangan linguistik Arab di dunia Arab dan non-Arab. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan pendekatan studi pustaka terhadap karya-karya Qaddur, artikel ilmiah, dan penelitian akademik yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Qaddur memiliki kontribusi signifikan dalam menjembatani warisan linguistik Arab klasik dengan teori linguistik modern, khususnya dalam bidang fiqh al-lughah, ilmu al-aṣwāt, dan pembinaan terminologi linguistik Arab. Pemikirannya bercorak integratif, historis, dan deskriptif, namun tetap berpijak pada komitmen normatif terhadap pelestarian bahasa Arab fuṣḥā. Selain itu, keterlibatannya dalam Majma‘ al-Lughah al-‘Arabiyyah Damaskus memperkuat perannya dalam perumusan kebijakan bahasa dan standardisasi istilah kebahasaan. Pengaruh pemikiran Qaddur juga terlihat dalam dunia akademik non-Arab, termasuk Indonesia, terutama dalam kajian semantik, analisis kesalahan berbahasa, dan pendidikan bahasa Arab. Dengan demikian, Qaddur dapat diposisikan sebagai figur sentral dalam upaya modernisasi linguistik Arab tanpa memutus keterkaitannya dengan tradisi keilmuan klasik.
Peran Pendidik Dalam Menumbuhkan Kepribadian Religius Jama’ah Majelis Ta’lim Baiturrahman Di Desa Jembangan Kec. Punggelan Kab. Banjarnegara Muslimah Muslimah
SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 2 No 01 (2026): SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : SciNusa: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Majelis ta’lim sebagai lembaga pendidikan Islam non-formal memiliki peran strategis dalam membina kepribadian religius masyarakat, khususnya jama’ah dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran pendidik serta mengidentifikasi strategi, faktor pendukung, dan faktor penghambat dalam menumbuhkan kepribadian religius jama’ah Majelis Ta’lim Baiturrahman di Desa Jembangan, Kecamatan Punggelan, Kabupaten Banjarnegara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan teknik triangulasi untuk menjaga keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidik berperan sebagai mursyid (pembimbing spiritual), motivator, dan uswatun hasanah (teladan). Strategi pembinaan kepribadian religius dilakukan melalui pendekatan andragogi dan bimbingan personal yang menyesuaikan dengan karakteristik jama’ah dewasa. Faktor pendukung utama adalah tingginya antusiasme jama’ah, dukungan lingkungan sosial, dan peran aktif pengurus majelis ta’lim. Adapun faktor penghambat meliputi pengaruh teknologi informasi serta heterogenitas latar belakang jama’ah. Penelitian ini menegaskan bahwa peran pendidik yang adaptif dan berkelanjutan sangat menentukan keberhasilan pembinaan kepribadian religius jama’ah di tengah tantangan kehidupan modern.

Page 1 of 2 | Total Record : 11