Penguatan moderasi beragama merupakan salah satu upaya strategis dalam menjaga kerukunan dan membangun kehidupan masyarakat yang harmonis di tengah keberagaman agama, budaya, dan latar belakang sosial. Meskipun demikian, fungsi masjid sebagai pusat edukasi dan pembinaan moderasi beragama belum dioptimalkan, karena kegiatan kemasjidan umumnya masih berfokus pada pelaksanaan ibadah ritual. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman jamaah mengenai moderasi beragama serta memperkuat kapasitas Badan Kemakmuran Masjid (BKM) dalam merancang dan melaksanakan program pembinaan berbasis nilai-nilai moderasi beragama. Program dilaksanakan di Masjid Al-Ikhlas Medang Deras, Kabupaten Batu Bara, dengan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang meliputi tahapan identifikasi kebutuhan, perencanaan bersama, edukasi, pendampingan, monitoring, dan evaluasi. Kegiatan diwujudkan melalui penyuluhan interaktif, diskusi partisipatif, workshop, serta pendampingan penyusunan Program Pembinaan Moderasi Beragama Berbasis Masjid. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta yang ditandai dengan kenaikan rata-rata skor pre-test dari 63,4 menjadi 84,7 pada post-test. Selain itu, pengurus BKM berhasil menyusun program pembinaan moderasi beragama, membentuk forum kajian sebagai tindak lanjut program, serta menghasilkan modul edukasi yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Temuan ini menunjukkan bahwa penguatan moderasi beragama berbasis masjid melalui pendekatan partisipatif tidak hanya meningkatkan pemahaman jamaah, tetapi juga memperkuat kapasitas kelembagaan masjid sebagai pusat pembinaan sosial-keagamaan yang berkontribusi terhadap terwujudnya masyarakat yang harmonis, toleran, dan berorientasi pada kemaslahatan bersama
Copyrights © 2026