Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analysis of the Free Nutritious Meal Program from the Perspective of Maqasid Al-Shariah Abu Bakar; Habibullah Habibullah; Muhammad Idris
Taushiah: Jurnal Hukum, Pendidikan dan Kemasyarakatan Vol 16, No 1 (2026): Taushiah: Jurnal Hukum, Pendidikan dan Kemasyarakatan
Publisher : Fakultas Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/taushiah.v16i1.14144

Abstract

The Free Nutritious Meals Program is a social intervention policy aimed at improving public access to nutritious food as an effort to strengthen human resource quality, particularly among vulnerable groups such as school-age children. This study aims to analyze the implementation of the Free Nutritious Meals Program from the perspective of Maqashid al-Sharia, which encompasses the five essential objectives of Islamic law (al-dharuriyyat), namely hifz al-din (protection of religion), hifz al-nafs (protection of life), hifz al-‘aql (protection of intellect), hifz al-nasl (protection of progeny), and hifz al-mal (protection of wealth). The study employs a qualitative approach through a literature review and conceptual analysis of public policy and the principles of Maqashid al-Sharia. Data were obtained from policy documents, program reports, and academic studies related to nutrition, food policy, and social welfare. The analysis examines the alignment of the program's objectives, implementation mechanisms, and potential impacts with the fulfillment of society's basic needs within the framework of Islamic law. The findings indicate that the Free Nutritious Meals Program is strongly relevant to hifz al-nafs through nutritional fulfillment and stunting prevention, while also supporting hifz al-‘aql by improving students' concentration and learning capacity. The program also contributes to hifz al-nasl through investment in the health of future generations and to hifz al-mal by reducing household economic burdens. However, governance, distribution, transparency, and sustainability still need to be strengthened to ensure that program implementation is increasingly aligned with the principles of justice (al-‘adl) and public benefit (maslahah ‘ammah).
PENGUATAN MODERASI BERAGAMA BERBASIS MASJID DALAM MEMBANGUN MASYARAKAT HARMONIS Muhammad Idris; Arifa Pratami; Asren Nasution
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 8 (2026): MARTABE : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i8.3188-3197

Abstract

Penguatan moderasi beragama merupakan salah satu upaya strategis dalam menjaga kerukunan dan membangun kehidupan masyarakat yang harmonis di tengah keberagaman agama, budaya, dan latar belakang sosial. Meskipun demikian, fungsi masjid sebagai pusat edukasi dan pembinaan moderasi beragama belum dioptimalkan, karena kegiatan kemasjidan umumnya masih berfokus pada pelaksanaan ibadah ritual. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman jamaah mengenai moderasi beragama serta memperkuat kapasitas Badan Kemakmuran Masjid (BKM) dalam merancang dan melaksanakan program pembinaan berbasis nilai-nilai moderasi beragama. Program dilaksanakan di Masjid Al-Ikhlas Medang Deras, Kabupaten Batu Bara, dengan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang meliputi tahapan identifikasi kebutuhan, perencanaan bersama, edukasi, pendampingan, monitoring, dan evaluasi. Kegiatan diwujudkan melalui penyuluhan interaktif, diskusi partisipatif, workshop, serta pendampingan penyusunan Program Pembinaan Moderasi Beragama Berbasis Masjid. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta yang ditandai dengan kenaikan rata-rata skor pre-test dari 63,4 menjadi 84,7 pada post-test. Selain itu, pengurus BKM berhasil menyusun program pembinaan moderasi beragama, membentuk forum kajian sebagai tindak lanjut program, serta menghasilkan modul edukasi yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Temuan ini menunjukkan bahwa penguatan moderasi beragama berbasis masjid melalui pendekatan partisipatif tidak hanya meningkatkan pemahaman jamaah, tetapi juga memperkuat kapasitas kelembagaan masjid sebagai pusat pembinaan sosial-keagamaan yang berkontribusi terhadap terwujudnya masyarakat yang harmonis, toleran, dan berorientasi pada kemaslahatan bersama