Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) melalui Program Inovasi Seni Nusantara ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan keterbatasan ergonomi, durabilitas, dan kualitas visual pada properti tari konvensional yang digunakan oleh Yayasan Ayodya Pala di Depok. Properti tari tradisional saat ini umumnya berbahan logam yang berat (1,5–2,5 kg) atau bahan karton/busa yang mudah rusak saat pemakaian dan mobilisasi. Solusi yang ditawarkan meliputi rekayasa Digital Craftsmanship melalui tahapan 3D scanning, digital modeling (CAD), pencetakan 3D printing berbasis material PLA/Resin, penerapan sistem modular, serta digitalisasi inventaris aset tari. Pendekatan kegiatan menggunakan metode Participatory Action Research (PAR) dan Design Thinking yang melibatkan mitra secara aktif sebagai co-creator. Selain manufaktur properti, dilakukan pula pelatihan Digital Craftsmanship bagi pengurus dan penari sanggar guna meningkatkan literasi teknologi dan kemandirian pengelolaan properti. Hasil program menunjukkan terciptanya purwarupa properti tari yang lebih ringan (penurunan bobot 30–50%), presisi, dan tahan lama, serta peningkatan kenyamanan penari dan kapasitas teknis mitra dalam merawat dan mereproduksi komponen properti secara mandiri
Copyrights © 2026