Perkembangan iklan audio visual menjadikan iklan tidak hanya sebagai media promosi, tetapi juga sebagai medium yang mencerminkan nilai-nilai sosial dan budaya serta menghadirkan dan membentuk gambaran identitas sosial, termasuk identitas gender, melalui tanda-tanda visual dan verbal. Iklan Rexona Men Ice Cool Edisi Kolaborasi Manchester City menampilkan sosok laki-laki melalui aksi dalam pertandingan, kondisi tubuh, dan praktik grooming yang membentuk pemaknaan mengenai maskulinitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna maskulinitas pada iklan Rexona Men Ice Cool Edisi Kolaborasi Manchester City melalui analisis semiotika Roland Barthes. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik dokumentasi visual dan studi pustaka. Analisis data menggunakan konsep denotasi, konotasi, dan mitos Roland Barthes, dengan triangulasi teori sebagai uji keabsahan data dengan membandingkan hasil dengan konsep maskulinitas yang relevan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa maskulinitas dalam iklan dimaknai melalui kemampuan fisik, keberanian menghadapi risiko, ketangguhan, serta kepedulian terhadap kondisi tubuh dan penampilan melalui praktik grooming. Pemaknaan tersebut mencerminkan konsep New Man as Narcissist yang menunjukkan adanya perluasan pemaknaan maskulinitas melalui perhatian terhadap kondisi tubuh dan penampilan sebagai bagian dari identitas laki-laki maskulin.
Copyrights © 2026