Kaligrafi Arab memiliki peran strategis dalam seni visual Islam sebagai elemen estetika sekaligus simbolik yang membentuk makna ruang sakral dalam arsitektur masjid. Namun, di wilayah pedesaan seperti Desa Demang, pemanfaatannya masih menghadapi keterbatasan pemahaman, keterampilan, dan sumber daya, sehingga fungsi spiritual dan estetikanya belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perspektif masyarakat serta meningkatkan kapasitas lokal dalam pengembangan ornamen kaligrafi berbasis nilai religius dan budaya lokal. Penelitian menggunakan pendekatan participatory action research dengan melibatkan 30 partisipan melalui intervensi berupa pelatihan, edukasi, penyadaran, dan pendampingan. Data dikumpulkan melalui angket pre-test dan post-test, wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan pendekatan kuantitatif (persentase peningkatan) dan analisis tematik. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman (68%), partisipasi (54%), keterampilan (60%), dan kesadaran estetika-spiritual (48%). Analisis kualitatif mengungkap tiga tema utama, yaitu kaligrafi sebagai estetika visual, simbol spiritual, dan identitas sosial lokal. Kesimpulannya, pendekatan partisipatif efektif dalam mentransformasi persepsi masyarakat serta memperkuat kapasitas kolektif dalam mengembangkan kaligrafi sebagai elemen pembentuk ruang sakral yang kontekstual dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026