Kesehatan reproduksi perempuan merupakan bagian penting dalam upaya meningkatkan kesehatan ibu dan anak. Program Keluarga Berencana (KB) mendukung pasangan usia subur dalam merencanakan kehamilan serta mengatur jumlah dan jarak kelahiran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pasangan usia subur dan ibu hamil mengenai kesehatan reproduksi perempuan dan program KB. Kegiatan dilaksanakan melalui pendidikan kesehatan dengan metode ceramah, diskusi, dan tanya jawab yang didukung oleh media leaflet dan banner. Kegiatan dilaksanakan pada 16 April 2026 di Poskeskel Sukadanaham, wilayah kerja Puskesmas Gedong Air, Bandar Lampung, Indonesia. Peserta berjumlah 12 orang yang terdiri atas pasangan usia subur dan ibu hamil. Pengetahuan peserta diukur menggunakan kuesioner yang terdiri atas 15 pertanyaan, yang diberikan sebelum dan setelah penyuluhan. Skor pengetahuan dihitung berdasarkan persentase jawaban benar dengan batas nilai ?70. Hasil menunjukkan bahwa rerata skor pengetahuan meningkat dari 64,4 ± 8,2 pada pretest menjadi 83,9 ± 5,3 pada posttest. Median skor meningkat dari 66,7 (IQR 58,3–66,7) menjadi 86,7 (IQR 80,0–86,7). Sebelum penyuluhan, sebanyak 2 peserta (16,7%) memperoleh skor ?70, sedangkan setelah penyuluhan seluruh peserta (12 orang; 100,0%) mencapai skor tersebut. Dengan demikian, proporsi peserta yang mencapai kategori pengetahuan ?70 meningkat sebesar 83,3 poin persentase. Kegiatan juga berlangsung secara interaktif, ditunjukkan oleh keaktifan peserta dalam diskusi dan tanya jawab mengenai metode kontrasepsi serta pemilihan metode yang sesuai dengan kondisi kesehatan individu. Kegiatan ini memberikan tambahan informasi yang dapat mendukung peserta dalam mempertimbangkan pilihan KB sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kesehatan.
Copyrights © 2026