Fatriani, Rully
Program Studi D III Kebidanan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panca Bhakti

Published : 11 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

GAMBARAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG KETIDAKNYAMANAN FISIK DAN YOGA PRENATAL SELAMA KEHAMILAN TRIMESTER III Rully Fatriani
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 2 (2023): Volume 10 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v10i2.9320

Abstract

Abstract: Description of Knowledge of Pregnant Women about Physical Discomfort and Prenatal Yoga During the Third Trimester of Pregnancy. Pregnancy is a physiological condition to adapt the fetus growth through body’s biomechanical and physiological changes. The most commonly reported physical discomfort is low back pain experienced by more than two-thirds of pregnant women in third trimester. Yoga has become a popular exercise recommended to reduce the discomfort. This study aims to describe the knowledge level of pregnant women regarding physical discomfort during the third trimester of pregnancy and prenatal yoga based on sociodemographic characteristics. The study was conducted on 45 third trimester pregnant women who made prenatal visits at the independent practice of midwives in the working area of the Simpur Health Center, Bandar Lampung City, met the participation criteria. This research is descriptive with purposive sampling technique, using questionnaire about physical discomfort knowledge and prenatal yoga. Univariate data analysis is presented through frequency distribution, analyzed based on the characteristics and knowledge level. The results showed that most of the pregnant women had high school education, aged 20-35 years, did not work, were primigravidas. The conclusion was that the majority of pregnant women had less knowledge (46.7%) about physical discomfort in the third trimester. More than half of the respondents (55.6%) have good category knowledge about prenatal yoga. Abstrak: Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil tentang Ketidaknyamanan Fisik dan Yoga Prenatal Selama Kehamilan Trimester III. Kehamilan merupakan kondisi fisiologis untuk menyesuaikan tubuh terhadap pertumbuhan janin melalui perubahan biomekanis dan fisiologis. Ketidaknyamanan fisik pada kehamilan trimester III paling banyak dilaporkan adalah nyeri punggung bawah (low back pain) dialami oleh lebih dari dua per tiga ibu hamil. Yoga telah menjadi latihan populer yang direkomendasikan untuk mengurangi ketidaknyamanan fisik ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat pengetahuan ibu hamil terhadap ketidaknyamanan fisik selama kehamilan trimester III dan yoga prenatal berdasarkan karakteristik sosiodemografi. Penelitian telah dilakukan terhadap 45 ibu hamil trimester III yang melakukan kunjungan prenatal di praktik mandiri bidan di wilayah kerja Puskesmas Simpur Kota Bandar lampung, memenuhi kriteria inklusi, dan menyatakan persetujuan. Penelitian bersifat deskriptif dengan teknik Purposive Sampling. Instrumen berupa kuesioner pengetahuan tentang ketidaknyamanan fisik selama kehamilan trimester III dan yoga prenatal. Analisis data univariat disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi, dianalisis berdasarkan karakteristik dan tingkat pengetahuan responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu hamil berpendidikan SMA, umur 20-35 tahun, tidak bekerja, primigravida. Kesimpulan penelitian adalah mayoritas ibu hamil memiliki pengetahuan kategori kurang (46,7 %) tentang ketidaknyamanan fisik pada trimester III. Lebih dari separuh responden (55,6 %) memiliki pengetahuan kategori baik tentang yoga prenatal.
Kajian Kasus: Pemberian Makanan Pendamping ASI Dini Hubungannya dengan Kejadian Gangguan Saluran Pencernaan (Konstipasi) Dewi Ayu Ningsih; Rahmah Fitria; Rully Fatriani
JURNAL KESEHATAN POLTEKKES KEMENKES RI PANGKALPINANG Vol 11, No 1 (2023): JKP Juni 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32922/jkp.v11i1.586

Abstract

Latar belakang: Pemberian MP-ASI sebelum waktunya dinamakan MP-ASI dini. Sebagian besar ahli sepakat bahwa pengenalan makanan pendamping sebelum usia 4 bulan adalah terlalu dini dan dapat menyebabkan gangguan gastrointestinal dan motorik bayi.Tujuan: Studi kasus ini bertujuan memberikan asuhan kebidanan pada neonatus umur 18 hari dengan pemberian MP-ASI dini di PMB MS Bandar Lampung.Metode: Desain penelitian menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini dilakukan dari 29 Maret 2022 - 21 April 2022. Subyek penelitian adalah Bayi. Ny. S umur 18 hari.  Instrument yang digunakan yaitu alat pemeriksaan fisik dan format pengkajian. Penelitian ini menggunakan data primer. Subyek kasus telah dimintai informed consent untuk mengikuti penelitian.Hasil: Pada tanggal 29 Maret 2022 peneliti mengasuh klien Bayi. Ny. S umur 18 hari, lahir 11 Maret 2022 pukul 08.32 wib, BB 3200 gram, PB 49 cm, LK 33 cm, LD 32 cm, jenis kelamin Laki-laki anak ketiga. Ibu mengatakan pengeluaran ASI lancar dan memberikan ASI kepada bayinya, ibu juga memberikan bayinya pisang sejak umur bayi 7 hari. Peneliti memberikan asuhan berupa pendidikan kesehatan tentang Praktik pemberian ASI, pentingnya pemberian ASI ekslusif dan manajemen pemberian MP-ASI.Kesimpulan: Pemberian MP-ASI dalam periode usia bayi <6 bulan meningkatkan kejadian gangguan sistem pencernaan seperti sembelit, diare, muntah dan kolik. Petugas kesehatan diharapkan untuk meningkatkan edukasi tentang ASI eksklusif dan menejemen pemberian MP-ASI sejak masa kehamilan.
HUBUNGAN KARAKTERISTIK IBU HAMIL DENGAN KUNJUNGAN ANTENATAL CARE (ANC) DI ERA ADAPTASI KEBIASAAN BARU PANDEMI COVID-19 Rully Fatriani
Jurnal Medika Malahayati Vol 7, No 2 (2023): Volume 7 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v7i2.10321

Abstract

Abstrak : Hubungan Karakteristik Ibu Hamil Dengan Kunjungan Antenatal Care (ANC) Di Era Adaptasi Kebiasaan Baru Pandemi Covid-19. Angka Kematian Ibu (AKI) yang masih tinggi terus membayangi setiap kehamilan di Indonesia. Dua faktor yang secara tidak langsung berkontribusi pada AKI yang tinggi yaitu masalah aksesibilitas dan kualitas pelayanan kesehatan. Berbagai studi di negara berkembang telah banyak dilakukan untuk menentukan hubungan karakteristik ibu hamil dengan kunjungan Antenatal Care (ANC). Studi ini bertujuan mengamati hubungan antara karakteristik ibu hamil dengan kunjungan ANC di era adaptasi kebiasaan baru pandemi Covid-19. Penelitian kuantitatif deskriptif ini menggunakan pendekatan retrospektif. Teknik purposive sampling digunakan untuk desain penelitian cross-sectional terhadap 111 ibu hamil trimester III yang berkunjung ke PMB dan wilayah kerja Puskesmas Kota Bandar Lampung dari bulan Maret hingga April 2023. Dokumentasi layanan ANC di fasilitas kesehatan yang relevan berfungsi sebagai sumber data. Data penelitian ini dianalisis menggunakan metode Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara status pekerjaan (ρ 0,001) dan tingkat pendidikan (ρ 0,002) dengan kunjungan ANC, sedangkan umur (ρ 0,732) dan paritas (ρ 0,673) tidak berhubungan dengan kunjungan ANC. Kesimpulan dari penelitian menemukan bahwa status pekerjaan dan tingkat pendidikan memiliki hubungan yang signifikan dengan kunjungan ANC di era adaptasi kebiasaan baru pandemi Covid-19. Ibu hamil yang bekerja 4,5 kali lebih mungkin untuk menyelesaikan kunjungan ANC secara penuh dibandingkan dengan yang tidak bekerja. Ibu hamil yang berpendidikan tinggi 3,7 kali lebih mungkin untuk menyelesaikan kunjungan ANC secara penuh dibandingkan dengan yang berpendidikan rendah. Tenaga kesehatan diharapkan mencermati ibu hamil yang tidak bekerja dan ibu hamil berpendidikan rendah untuk memastikan kehamilannya diperiksakan sesuai dengan minimal enam kunjungan ANC yang ditetapkan di era adaptasi kebiasaan baru pandemi Covid-19.
Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil tentang Anemia Defisiensi Besi dan Manfaat Suplemen Fe Selama Kehamilan di Wilayah Kerja Puskesmas Kemiling Kota Bandar Lampung Tahun 2020 Rully Fatriani
Jurnal Ilmu Gizi Indonesia (JIGZI) Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Mitra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57084/jigzi.v2i1.1071

Abstract

AbstractThe maternal mortality rate due to bleeding is one of the causes of maternal mortality. Most cases of bleeding are caused by iron deficiency anemia in pregnancy caused by a lack of iron micronutrient intake that does not meet the nutritional adequacy figure. Giving supplements to pregnant women in the form of Fe tablets aims to prevent iron deficiency anemia. The level of awareness of pregnant women taking Fe supplements is determined by adequate knowledge about iron deficiency anemia and the benefits obtained from taking Fe supplements. The purpose of this research is to find out the description of pregnant women's knowledge about iron deficiency anemia and the benefits of Fe supplements during pregnancy. This research is descriptive using the Total Random Sampling technique. A total of 57 expectant mothers who gave birth in midwives' independent practice and met the participation criteria. The data obtained is in the form of frequency and converted into percentage, then analyzed based on characteristics and level of knowledge. The results of the research show that most of the respondents are 20 - 35 years old (70.2 %), high school educated (71.9 %), working mothers (78.9 %). Most pregnant women have sufficient knowledge about iron deficiency anemia (64.9 %) and have sufficient knowledge about Fe supplements (54.4 %). Respondents stated that they previously received counseling from health workers and information from social media. The conclusion of this research is that the level of knowledge of pregnant women about iron deficiency anemia and the benefits of Fe supplements is mostly adequate, namely 64.9% and 54.4% respectively. In order for the coverage of Fe tablets to increase, it is necessary to carry out proper nutrition education, especially for non-working mothers or housewives. AbstrakTingkat kematian ibu karena perdarahan merupakan satu di antara penyebab kematian ibu. Sebagian besar kasus perdarahan diakibatkan oleh anemia defisiensi besi pada kehamilan yang disebabkan oleh kekurangan asupan mikronutrien besi yang tidak memenuhi angka kecukupan gizi. Pemberian suplemen pada ibu hamil berupa tablet Fe bertujuan untuk mencegah anemia defisiensi besi. Tingkat kesadaran ibu hamil mengonsumsi suplemen Fe ditentukan oleh pengetahuan yang memadai tentang anemia defisiensi besi dan manfaat yang diperoleh dari mengonsumsi suplemen Fe. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu hamil tentang anemia defisiensi besi dan manfaat suplemen Fe selama masa kehamilan. Penelitian ini bersifat deskriptif menggunakan teknik Total Random Sampling. Sebanyak 57 ibu hamil aterm yang melahirkan di praktik mandiri bidan dan memenuhi kriteria partisipasi. Data yang diperoleh berupa frekuensi dan dikonversi persentase, kemudian dianalisis berdasarkan karakteristik dan tingkat pengetahuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responder berumur 20 - 35 tahun (70,2 %), pendidikan SMA (71,9 %), ibu bekerja (78,9 %). Sebagian besar ibu hamil memiliki pengetahuan cukup tentang anemia defisiensi besi (64,9 %) dan memiliki pengetahuan yang cukup tentang suplemen Fe (54,4 %). Responden menyatakan bahwa sebelumnya mendapatkan penyuluhan dari tenaga kesehatan dan informasi dari media sosial. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tingkat pengetahuan ibu hamil tentang anemia defisiensi besi dan manfaat suplemen Fe sebagian besar kategori cukup yakni 64,9 % dan 54,4 % secara berturut-turut. Agar cakupan pemberian tablet Fe semakin tinggi maka perlu dilakukan pendidikan nutrisi secara tepat, terutama pada ibu yang tidak bekerja atau ibu rumah tangga.
Hubungan Kadar Hemoglobin dan Status Gizi Pada Ibu Hamil Aterm dengan Berat Badan Lahir Rully Fatriani
Jurnal Ilmu Gizi Indonesia (JIGZI) Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Mitra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57084/jigzi.v3i1.1057

Abstract

AbstractThe nutritional status of pregnant women is the main factor that can predict the baby's birth weight. One that determines the growth and development of the fetus is the mother's intake of micronutrients during pregnancy. Birth weight is the weight measured shortly after the baby is born. The concentration of hemoglobin in the third trimester can increase the risk of low birth weight. This observational study with a cross-sectional design, aims to determine the relationship between hemoglobin levels and nutritional status of pregnant women with the incidence of birth weight babies. The sample in this study were 50 pregnant women who gave birth in several independent midwife practices and met the participation criteria using consecutive sampling techniques. Data were analyzed by statistical correlation test. The results showed that there was a significant relationship between the nutritional status of the mother (upper arm circumference (P=0.000)) and the baby's birth weight. Based on this study it can be concluded that the hemoglobin level of pregnant women and the nutritional status of pregnant women affect the baby's birth weight. Keywords : nutritional status, hemoglobin level, birth weight AbstrakStatus gizi ibu hamil merupakan faktor utama yang dapat memprediksi berat badan lahir bayi. Salah satu yang menentukan pertumbuhan dan perkembangan janin adalah asupan mikronutrien ibu selama masa kehamilan. Berat badan lahir merupakan berat badan yang diukur sesaat setelah bayi lahir. Konsentrasi hemoglobin pada trimester ketiga dapat meningkatkan risiko berat badan lahir rendah. Penelitian observasional dengan desain cross sectional ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar hemoglobin dan status gizi ibu hamil dengan kejadian berat badan lahir bayi. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 50 ibu hamil yang melahirkan di beberapa praktik mandiri bidan dan memenuhi kriteria keikutsertaan dengan menggunakan teknik consecutive sampling. Data dianalisis dengan uji korelasi statistik. Hasil penelitian diperoleh ada hubungan yang bermakna antara status gizi ibu (Lingkar Lengan Atas (P=0,000)) dengan berat lahir bayi. Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kadar hemoglobin ibu hamil dan status gizi ibu hamil mempengaruhi berat badan lahir bayi. Kata Kunci : status gizi, kadar hemoglobin, berat badan lahir
Sumber Informasi dan Tingkat Pengetahuan tentang Anemia Defisiensi Besi dan Tablet Tambah Darah pada Remaja Putri Fatriani, Rully; Daeli, Jul Hasratman
JURNAL KESEHATAN POLTEKKES KEMENKES RI PANGKALPINANG Vol 11, No 2 (2023): JKP Desember 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32922/jkp.v11i2.740

Abstract

Latar belakang: Anemia defisiensi besi pada remaja putri berdampak negatif pada kinerja kognitif dan kehamilan di masa depan. Ketersediaan sumber informasi dan tingkat pengetahuan akan berhubungan dengan kejadian anemia pada remaja putri.Tujuan: Mengetahui sumber informasi serta tingkat pengetahuan tentang anemia defisiensi besi dan tablet tambah darah pada remaja putri.Metode: Penelitian kuantitatif bersifat deskriptif terhadap 52 remaja putri SMA IT Daarul Ilmi Bandar Lampung yang memenuhi kriteria inklusi dan setuju berpartisipasi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat.Hasil: Sumber informasi anemia defisiensi besi dan tablet tambah darah pada remaja putri adalah internet (67,3%), guru (19,2%), orang tua (9,6%), tenaga kesehatan (3,8%). Tingkat pengetahuan anemia defisiensi besi dikategorikan baik (51,9%), cukup (36,5%), kurang (11,5%). Tingkat pengetahuan tablet tambah darah dikategorikan baik (34,6%), cukup (38,5%), kurang (26,9%).Kesimpulan: Internet dan guru merupakan dua sumber informasi dominan, sebagian besar remaja putri berpengetahuan baik tentang anemia defisiensi besi dan berpengetahuan cukup tentang tablet tambah darah. Tenaga kesehatan dan pemangku kepentingan terkait diharapkan menyebarkan informasi tentang anemia defisiensi besi dan pencegahannya kepada guru dan melakukan optimalisasi literasi digital kesehatan sebagai upaya peningkatan pengetahuan remaja putri.
Preferences among Pregnant Women in Choosing a Private Midwife Practice as Service Provider for Antenatal Care (ANC) Fatriani, Rully; Risneni, Risneni
Jurnal Kesehatan Vol 14 No 2 (2023): Jurnal Kesehatan
Publisher : Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26630/jk.v14i2.3973

Abstract

Antenatal Care (ANC) is essential in achieving a healthy pregnancy. During the pandemic, pregnant women tended to carry out ANC in private midwife practice. The reasons for pregnant women choosing private midwife practice might differ for each individual. This study aims to describe the preference of pregnant women in choosing private midwife practice as a service provider for ANC. This research is a quantitative observational descriptive. The population was pregnant women who performed ANC at a private midwifery practice in Bandar Lampung City from June to July 2023. Eighty-eight samples obtained by accidental sampling met the inclusion criteria and expressed consent to participate. The instrument used was a questionnaire, and data was analyzed using univariate. It was found that preferences of pregnant women in choosing private midwife practice as ANC provider were more experienced midwives (27.3%), previous pregnancy history (22.7%), friendly midwives (18.2%), distance (13.6%), recommended by husband or relatives (9.1%), more affordable costs (4.5%), comfort and complete facilities (4.5%). To increase the number of ANC visits, midwives must pay attention to increasing competency in midwifery care, improving their personality, and providing the facilities pregnant women need.
Relationship between Breastfeeding Position and Events Chafed Nipples Mundari, Risa; Ayu Ningsih, Dewi; Lidia Sari, Nirma; Fatriani, Rully
Jurnal MIDPRO Vol 15 No 2 (2023): JURNAL MIDPRO
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/md.v15i2.695

Abstract

Problems during breastfeeding are caused by breastfeeding mothers' low knowledge about the breastfeeding process. The aim of the study to provide midwifery care to postpartum mothers on the 14th day by providing the correct breastfeeding position at PMB NH Bandar Lampung City. The design of educational needs about research used is descriptive with a case study approach. This case study research was conducted from April 4 2023 to April 5 2023. The subject of this research was Mrs. T Postpartum day 14.  Implementation of continuing midwifery care for Mrs. T is carried out in accordance with midwifery service standards. The midwifery care provided by the researchers was the correct breastfeeding technique or the correct breastfeeding position to prevent chafed nipples. From the study it was found that postpartum mothers experience sore nipple discomfort, the authors have made a diagnosis and made a plan, Mrs. T was given management according to the mother's complaints, namely by treating chafed nipples and breastfeeding techniques properly and correctly. This is in accordance with the needs of the mother and midwifery care standards. Care is evaluated and documented in accordance with midwifery care for postpartum mothers using the SOAP method according to Varney's mindset. It is recommended for PMB to be able to prepare health education media such as leaflets, posters related to the discomfort of chafed nipples in postpartum mothers, so that patients 
Breastfeeding Practices During The First 1000 Days And Their Long-Term Association With Stunting In Children Under Five: A Systematic Literature Review Widyantari, Kadek Yuke; Fatriani, Rully; Sari, Nirma Lidia; listiana, Akma
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 7 (2025): Volume 11, Nomor 7 Juli 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i7.21055

Abstract

Latar Belakang: Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang masih bertahan di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah, dengan dampak jangka panjang terhadap pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak. Praktik menyusui selama 1000 Hari Pertama Kehidupan telah diidentifikasi sebagai faktor penting yang memengaruhi pertumbuhan linear, meskipun hasil penelitian sebelumnya menunjukkan temuan yang beragam.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis bukti terkini mengenai hubungan antara praktik menyusui selama 1000 HPK dengan risiko stunting pada anak di bawah usia lima tahun.Metode: Tinjauan literatur sistematis dilakukan mengikuti pedoman PRISMA. Pencarian dilakukan pada database PubMed, ScienceDirect, dan ProQuest, dengan batasan tahun terbit 2020–2025. Seleksi artikel menggunakan kerangka PICOS, dan penilaian kualitas menggunakan instrumen dari Joanna Briggs Institute.Hasil: Sebanyak 12 artikel memenuhi kriteria inklusi. ASI eksklusif secara konsisten dikaitkan dengan penurunan risiko stunting. Inisiasi menyusui dini bersifat protektif, sementara menyusui lebih dari 12 bulan pada keluarga berpenghasilan rendah dikaitkan dengan peningkatan risiko stunting akibat rendahnya keberagaman makanan. MP-ASI yang tidak memadai, berat badan lahir rendah, dan infeksi berulang turut memperburuk risiko.Kesimpulan: Praktik menyusui yang optimal selama 1000 HPK sangat penting untuk mencegah stunting. Keberhasilan menyusui perlu didukung oleh pendidikan ibu, pemberian MP-ASI yang sesuai, serta intervensi multifaktorial.Saran: Diperlukan program edukasi yang berkelanjutan bagi ibu mengenai praktik menyusui dan pemberian MP-ASI yang tepat, serta kebijakan yang mendukung intervensi lintas sektor untuk menanggulangi faktor risiko stunting secara komprehensif. Kata Kunci: menyusui, stunting, 1000 hari, MP-ASI, nutrisi dini, pertumbuhan anak ABSTRACT Background: Stunting remains a persistent public health issue in low- and middle-income countries, with long-term consequences for children's physical and cognitive development. Breastfeeding during the first 1000 days has been identified as a critical factor influencing linear growth, though previous studies have yielded mixed findings.Objective: This study aims to systematically review recent evidence on the relationship between breastfeeding practices during the first 1000 days and the risk of stunting among children under five.Methods: A systematic literature review was conducted using the PRISMA framework. Articles were retrieved from PubMed, ScienceDirect, and ProQuest, limited to studies published between 2020 and 2025. The PICOS model guided the inclusion criteria, and the Joanna Briggs Institute checklist was used for quality appraisal.Results: Twelve articles met the inclusion criteria. Exclusive breastfeeding was consistently associated with reduced stunting risk. Early initiation of breastfeeding had a protective effect, whereas prolonged breastfeeding beyond 12 months in poor households increased stunting risk, likely due to poor dietary diversity. Inadequate complementary feeding, low birth weight, and recurrent infections further compounded the risk.Conclusion: Optimal breastfeeding during the first 1000 days significantly reduces the risk of stunting. However, successful breastfeeding requires maternal education, appropriate complementary feeding, and multifactorial interventions.Suggestion: Sustainable maternal education programs and integrated policy support are essential to promote optimal feeding practices. Multisectoral interventions addressing nutrition, healthcare access, food security, and sanitation are recommended to effectively reduce stunting rates in vulnerable populations. Keywords: breastfeeding, stunting, 1000 days, complementary feeding, early nutrition, child growth
Socioeconomic and Demographic Determinants of Husband's Involvement in Antenatal Care in Coastal Areas of Bandar Lampung City Fatriani, Rully; Daeli, Jul Hasratman
Journal of Midwifery Vol. 9 No. 2 (2024): Published on Desember 2024
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jom.9.2.30-44.2024

Abstract

This study aims to identify socioeconomic and demographic factors influencing husband involvement in Antenatal Care (ANC) in the coastal areas of Bandar Lampung, where such involvement is often limited. Using an observational analytic approach with a cross-sectional design, the study involved 170 pregnant women from coastal areas and assessed factors like husband’s age, education level, number of children, and employment status through structured questionnaires. The findings revealed significant associations between husband involvement in ANC and both age (p-value 0,0137) and education level (p-value 0,0000), while the number of children and employment status showed no significant correlation. Policymakers should pay more attention to the issue of husband involvement in ANC in Bandar Lampung’s coastal areas. Improving access to and the quality of formal education in these areas is expected to improve cultural perceptions and welfare levels, thereby increasing husband involvement in antenatal care