Penelitian ini berfokus membandingkan capaian hasil belajar tata surya antara siswa kelas VII yang menerapkan model Problem Based Learning (PBL) berbantuan LKPD serta aplikasi Solar System Scope, dengan kelompok yang belajar secara konvensional. Menggunakan pendekatan kuantitatif jenis eksperimen semu (Nonequivalent Control Group Design), sampel diambil secara purposive sampling di SMP Swasta Swadaya Sumberejo, yakni kelas VII-1 (25 siswa) sebagai kelas eksperimen dan kelas VII-2 (26 siswa) sebagai kelas kontrol. Data dikumpulkan melalui 20 butir soal pilihan ganda yang telah dinyatakan valid dan reliabel melalui uji instrumen serta penilaian ahli. Hasil analisis statistik dengan IBM SPSS menunjukkan perbedaan yang sangat signifikan (sig. = 0,000 < 0,05), di mana rata-rata posttest kelas eksperimen mencapai 84,20, sedangkan kelas kontrol hanya memperoleh 63,46. Keunggulan ini diperkuat oleh capaian N-Gain kelas eksperimen yang 29,66% lebih tinggi, serta indeks effect size sebesar 1,82 yang tergolong dalam kategori Sangat Besar. Dari temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa integrasi model PBL dengan aplikasi interaktif Solar System Scope terbukti memberikan pengaruh positif yang sangat kuat dalam mengoptimalkan pemahaman materi tata surya peserta didik.
Copyrights © 2026