Kemampuan motorik halus pada anak kelompok usia 5–6 tahun di PAUD SPS Flamboyan 05 Ledokombo Jember teramati belum tumbuh secara maksimal, terlihat dari kesulitan mereka menggerakkan jari-jemari secara luwes dan terarah ketika mengerjakan berbagai aktivitas. Proses pembelajaran yang berjalan selama ini cenderung hanya mengandalkan lembar kerja siswa tanpa diimbangi media yang beragam dan menarik, sehingga rangsangan terhadap motorik halus anak menjadi kurang optimal. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji penerapan permainan maze warna serta mengukur sejauh mana peningkatan kemampuan motorik halus anak usia 5–6 tahun setelah menggunakan media tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bersifat kolaboratif dengan mengacu pada model Kemmis dan McTaggart, dilaksanakan melalui dua siklus dengan tiga pertemuan pada masing-masing siklus, melibatkan 6 anak kelompok B sebagai subjek. Data dikumpulkan melalui observasi dengan lembar checklist yang mencakup empat aspek penilaian, yakni kelenturan jari, koordinasi mata-tangan, ketepatan gerak dalam menyelesaikan maze, serta tingkat konsentrasi dan ketekunan anak. Hasilnya memperlihatkan kenaikan yang cukup berarti, yaitu dari rata-rata 47% pada tahap pra-siklus (kategori Masih Berkembang/MB), naik menjadi 58% pada siklus pertama (kategori Berkembang Sesuai Harapan/BSH), hingga mencapai 85% pada siklus kedua (kategori Berkembang Sangat Baik/BSB). Temuan ini mengindikasikan bahwa permainan maze warna efektif digunakan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia 5–6 tahun di PAUD SPS Flamboyan 05 Ledokombo Jember.
Copyrights © 2026