Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kegiatan seni gores terhadap perkembangan motorik halus anak usia dini di TK Santo Rafael, yang dilatarbelakangi oleh belum optimalnya koordinasi mata-tangan dan kelenturan jari anak kelompok B. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (Quasi Experimental Design) dengan desain Nonequivalent Control Group Design melalui pendekatan kuantitatif. Sampel dipilih menggunakan teknik sampling jenuh yang terbagi menjadi kelompok eksperimen (B1, 15 anak) dengan perlakuan seni gores dan kelompok kontrol (B2, 15 anak) dengan pembelajaran konvensional. Data dikumpulkan melalui observasi serta dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji-t (Independent Samples Test) berbantuan SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata posttest motorik halus kelompok eksperimen sebesar 35,67, jauh lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol yang hanya mencapai 25,40. Hasil uji hipotesis memperoleh nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Indikator koordinasi mata dan tangan menunjukkan perkembangan paling optimal dengan rata-rata skor 3,60, sementara kemampuan memanipulasi alat kecil memperoleh skor 3,53. Implikasi dari penelitian ini membuktikan bahwa kegiatan seni gores yang bersifat bebas dan eksploratif efektif menjadi stimulus utama dalam mengoptimalkan otot-otot kecil tangan serta koordinasi visual-motorik anak. Selain itu, aktivitas menyenangkan ini juga memberikan dampak positif sekunder dalam menstimulasi aspek perkembangan bahasa serta sosial-emosional anak melalui interaksi aktif selama proses pembelajaran.
Copyrights © 2026