Penerapan pembelajaran IPAS di sekolah dasar terus menghadapi kendala berupa rendahnya tingkat keterlibatan siswa, keterampilan berpikir kritis, kerja sama, serta hasil pembelajaran siswa karena strategi pengajaran masih berpusat pada guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana model Problem Based Learning, Make A Match, dan Talking Stick dapat meningkatkan aktivitas siswa, keterampilan berpikir kritis, kerja sama, dan hasil pembelajaran. Pada tahun ajaran 2025/2026, sebanyak 16 siswa kelas V di SDN Simpang Jaya mengikuti empat pertemuan dalam penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Setelah data dikumpulkan melalui tes, observasi, dan dokumentasi, analisis dilakukan dengan menggunakan metodologi deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Berdasarkan temuan studi tersebut, tingkat keterlibatan siswa meningkat dari 31% menjadi 94%, kemampuan berpikir kritis dari 25% menjadi 88%, kemampuan kerja sama dari 31% menjadi 88%, dan pencapaian hasil belajar dari 44% menjadi 94%. Temuan-temuan ini menunjukkan bahwa model Problem-Based Learning, Make A Match, dan Talking Stick efektif dalam mendorong pembelajaran aktif, kolaboratif, dan berpusat pada siswa. Model ini berimplikasi sebagai alternatif pembelajaran inovatif yang mengembangkan kompetensi abad ke-21, khususnya keterampilan berpikir kritis, kerja sama, serta hasil belajar siswa di sekolah dasar.
Copyrights © 2026