Penerapan Kurikulum Merdeka menuntut transformasi paradigma pembelajaran agar lebih berpusat pada peserta didik dengan mengakomodasi keberagaman karakteristik, minat, serta gaya belajar mereka. Kendati demikian, praktik pembelajaran konvensional yang berpusat pada guru (teacher-centered) masih sering dijumpai di tingkat sekolah dasar, sehingga berdampak pada rendahnya pencapaian hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam efektivitas penerapan pembelajaran berdiferensiasi dalam mengoptimalkan keaktifan dan hasil belajar siswa. Dengan menerapkan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) deskriptif berdesain kualitatif-kuantitatif, penelitian ini melibatkan 28 siswa Kelas V SD Negeri 6 Pujungan sebagai subjek penelitian. Data dikumpulkan melalui teknik observasi terstruktur, tes hasil belajar, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis secara reflektif dan komparatif antarsiklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran berdiferensiasi secara signifikan meningkatkan partisipasi aktif siswa dalam proses pembelajaran. Dampak positif tersebut tercermin dari peningkatan rerata nilai hasil belajar secara bertahap, yakni dari 68,4 pada tahap pratindakan, meningkat menjadi 76,8 pada Siklus I, dan mencapai 85,7 pada Siklus II. Temuan ini mengkonfirmasi bahwa pembelajaran berdiferensiasi efektif menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna (pembelajaran bermakna) sekaligus mampu menjawab kebutuhan individu siswa secara inklusif di sekolah dasar.
Copyrights © 2026