Modal sosial merupakan sumber daya penting yang mendukung keberhasilan pembangunan desa melalui peningkatan partisipasi masyarakat. Desa Bira, Kecamatan Bontobahari, Kabupaten Bulukumba, memiliki modal sosial yang kuat, ditandai oleh tradisi kemaritiman, nilai gotong royong, kepercayaan, dan hubungan kekeluargaan yang masih terpelihara. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran modal sosial dalam meningkatkan partisipasi masyarakat pada pembangunan desa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi kepala desa, tokoh adat, tokoh pemuda, dan masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal sosial yang terdiri atas kepercayaan, jaringan sosial, dan norma sosial berperan penting dalam mendorong partisipasi masyarakat melalui kegiatan gotong royong, keterlibatan dalam musyawarah perencanaan pembangunan desa, serta kontribusi swadaya. Partisipasi masyarakat didukung oleh solidaritas kekerabatan, tradisi maritim, dan perkembangan pariwisata Pantai Bira yang memperkuat kepentingan bersama. Sebaliknya, keterbatasan ekonomi, migrasi tenaga kerja usia produktif, dan rendahnya keterlibatan generasi muda menjadi faktor penghambat. Penelitian ini menegaskan bahwa penguatan kelembagaan sosial lokal, optimalisasi forum musyawarah desa, dan peningkatan peran generasi muda diperlukan untuk memperkuat partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa. Social capital is an essential resource that supports successful rural development by encouraging community participation. Bira Village, located in Bontobahari District, Bulukumba Regency, possesses strong social capital, reflected in its maritime traditions, mutual cooperation, social trust, and close kinship ties. This study aims to analyze the role of social capital in enhancing community participation in village development. A qualitative descriptive approach was employed, with data collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The research informants included the village head, traditional leaders, youth leaders, and community members. The findings indicate that social capital, consisting of trust, social networks, and social norms, plays a significant role in promoting community participation through mutual cooperation, involvement in village development planning meetings, and voluntary material contributions. Community participation is strengthened by kinship solidarity, maritime traditions, and the growth of tourism at Bira Beach, which fosters shared interests. However, economic constraints, the migration of the productive-age workforce, and the limited involvement of young people in village development forums remain major challenges. The study concludes that strengthening local social institutions, optimizing village deliberation forums, and increasing youth participation are essential strategies for enhancing community involvement in sustainable village development.
Copyrights © 2026