Penelitian ini membahas preferensi politik mahasiswa dalam momentum Pemilihan Umum Presiden 2024, dengan fokus pada mahasiswa Sosiologi Universitas Negeri Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Faktor yang melatarbelakangi mahasiswa Sosiologi UNM dalam memilih calon presiden pada pilpres 2024. 2) Proses pembentukan preferensi politik mahasiswa Sosiologi UNM dalam memilih calon presiden pada pilpres 2024. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan dalam penelitian ini adalah mahasiswa aktif yang berjumlah 24 orang dari angkatan 2019-2023 dan mempunyai hak pilih pada Pilpres 2024. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Faktor yang melatarbelakangi mahasiswa Sosiologi UNM dalam memilih calon presiden pada Pilpres 2024 diantaranya: a) Kesadaran politik, artinya hak pilih dipahami sebagai hak sekaligus tanggung jawab warga negara, serta upaya memilih secara bertanggung jawab dengan mempertimbangkan dampak kebijakan ke depan. b) Profil calon presiden, mahasiswa mempertimbangkan latar belakang dan rekam jejak kandidat, seperti pengalaman kenegaraan, pengalaman jabatan pemerintahan, ketegasan dalam mengambil keputusan, serta kapasitas intelektual dan latar pendidikan. c) Visi misi calon presiden, terutama program yang dianggap menyentuh kebutuhan dasar dan isu prioritas masyarakat, misalnya penanganan stunting dengan makan bergizi gratis, bantuan sosial, pendidikan, kesehatan, lapangan kerja, dan pemerataan. d) Debat calon presiden menjadi rujukan penting bagi sebagian mahasiswa untuk menilai kualitas jawaban, ketenangan, cara berkomunikasi, serta penguasaan isu, sehingga dapat mengubah atau menguatkan pilihan. 2) Proses pembentukan preferensi politik mahasiswa Sosiologi UNM dalam memilih calon presiden pada Pilpres 2024 diantaranya: a) Pengaruh lingkungan keluarga di mana melalui ajakan, diskusi, serta perbedaan pandangan oleh sebagian besar mahasiswa dilihat sebagai bahan pertimbangan. Sementara pada beberapa mahasiswa lainnya ada yang mengikuti pilihan keluarga. b) Pengaruh media sosial dan media massa, di mana informasi awal banyak diperoleh dari media sosial untuk mengenal kandidat. Setelah itu, mahasiswa melakukan pengecekan di media berita dengan membandingkan dan menyaring informasi yang didapatkan sehingga preferensi dapat berubah atau menguat seiring bertambahnya informasi menjelang hari pemungutan suara. c) Pengaruh lingkungan kampus, melalui obrolan dengan teman sebaya dan pembelajaran di kelas yang menambah wawasan, mendorong perubahan pilihan, sekaligus menggeser sebagian mahasiswa dari kecenderungan pasif menjadi lebih terlibat.
Copyrights © 2026