Konflik keluarga yang berlangsung dalam jangka panjang dapat menimbulkan dampak psikologis yang signifikan pada perkembangan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dinamika psikologis seorang remaja korban konflik keluarga selama proses pendampingan konseling. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian merupakan seorang remaja laki-laki berusia 12 tahun yang mengalami tekanan psikologis akibat paparan konflik dan kekerasan dalam rumah tangga sejak masa kanak-kanak. Data diperoleh melalui proses konseling, observasi, dan pencatatan perkembangan psikologis selama pendampingan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek mengalami trauma psikologis yang ditandai dengan kemunculan kembali ingatan masa lalu, kemarahan, kesedihan, hopeless feeling, gangguan tidur, serta kecenderungan menarik diri dari lingkungan sosial. Selama proses konseling terjadi perubahan positif berupa peningkatan kemampuan mengungkapkan perasaan, kesadaran terhadap sumber tekanan emosional, serta perbaikan komunikasi dalam sesi konseling. Keberadaan figur nenek sebagai sumber dukungan emosional menjadi faktor protektif yang berperan penting dalam proses pemulihan. Meskipun demikian, subjek masih memerlukan pendampingan konseling lanjutan guna pengelolaan trauma dan perbaikan hubungan keluarga secara lebih adaptif.
Copyrights © 2026