Pergaulan remaja yang semakin kompleks akibat perkembangan teknologi informasi memberikan tantangan baru bagi keluarga dalam melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap anak. Salah satu dampak yang sering muncul adalah meningkatnya perilaku seksual berisiko pada remaja yang dapat berujung pada kehamilan tidak diinginkan, pernikahan usia dini, serta berbagai masalah sosial lainnya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan program Bina Keluarga Remaja (BKR) melalui layanan konseling yang dilaksanakan oleh Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) DP3APPKB Provinsi Kalimantan Tengah. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, penyuluhan, konseling individu, dan pendampingan keluarga kepada orang tua dan remaja. Kegiatan dilaksanakan selama tiga bulan dengan melibatkan 50 keluarga yang memiliki remaja usia 12–18 tahun. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman klien mengenai kesehatan reproduksi remaja, komunikasi efektif dalam keluarga, serta kemampuan orang tua dalam mendeteksi perilaku berisiko pada anak. Selain itu, terjadi peningkatan partisipasi keluarga dalam kegiatan BKR setelah pelaksanaan program. Dengan demikian, layanan konseling melalui PUSPAGA terbukti efektif dalam mendukung optimalisasi program BKR sebagai upaya preventif terhadap perilaku seks bebas di kalangan remaja.
Copyrights © 2026