Bantuan internasional selama ini didominasi oleh peran negara maju sebagai donor ke negara berkembang. Penelitian ini menggunakan perspektif negara berkembang yang dapat memberikan bantuan luar negeri kepada sesama negara berkembang lainnya untuk mengkaji bagaimana bantuan luar negeri Indonesia di Kawasan Afrika berkontribusi terhadap ketahanan ekonomi nasional negara donor. Dengan menggunakan kerangka liberalisme institusional Keohane dan Nye serta empat mekanisme kausal MartÃnez-Zarzoso yaitu door-opening policy, trade-cost reduction, goodwill and long-term relationship, dan FTA promotion, penelitian ini menganalisis bagaimana bantuan luar negeri Indonesia melalui Lembaga Dana Kerja Sama Pembangunan Internasional (LDKPI) dan Kerja Sama Selatan-Selatan dan Triangular (KSST) menciptakan interdependensi positif antara negara donor dan penerima. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bantuan berupa hibah, pelatihan teknis, investasi, dan kerja sama produksi berfungsi sebagai instrumen strategis yang membuka akses pasar non-tradisional, meningkatkan ekspor, dan memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia melalui empat dimensi yaitu perdagangan, investasi, ketahanan terhadap guncangan, dan kapasitas adaptif. Temuan ini menegaskan bahwa bantuan luar negeri dalam kerangka Kerja Sama Selatan-Selatan bersifat saling menguntungkan dan bukan zero-sum game.
Copyrights © 2026