Penelitian ini bertujuan memahami pemaknaan Generasi Z terhadap pengalaman attachment masa kecil dalam pembentukan komunikasi interpersonal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis dengan perspektif interaksionisme simbolik untuk menelaah pengalaman subjektif dan proses pemberian makna. Data diperoleh melalui wawancara mendalam semi terstruktur dan observasi terhadap tiga informan Generasi Z yang memiliki latar pengalaman kelekatan berbeda, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman kelekatan dimaknai secara berbeda sesuai kualitas interaksi dengan figur bermakna. Informan yang mengalami kehilangan figur ayah memaknai pengalaman tersebut sebagai sumber kemandirian sekaligus kebutuhan kasih sayang. Informan yang diasuh kakek dan nenek memaknai pengalaman secara positif atau sebagai kekurangan kehadiran orang tua, bergantung pada pengalaman masing masing. Pemaknaan tersebut tercermin pada keterbukaan, cara mengekspresikan perhatian, kepercayaan, dan pengelolaan konflik. Interaksi sosial pada masa dewasa juga mendorong pemaknaan ulang terhadap pengalaman masa kecil. Ketiga informan memandang hubungan sehat sebagai relasi yang dibangun melalui kepercayaan, keterbukaan, saling menghargai, dan komunikasi yang baik. Temuan menegaskan bahwa makna pengalaman bersifat subjektif, dinamis, dan berkembang melalui interaksi sosial. Proses tersebut membentuk komunikasi interpersonal pada masa kini.
Copyrights © 2026