Penggunaan minyak biji bunga matahari sebagai zat aktif sekaligus fase minyak dalam Self-Nanoemulsifying Drug Delivery System (SNEDDS) masih memerlukan optimasi formulasi yang terikur untuk menghasilkan sistem dengan karakteristik fisikokimia yang konsisten. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengoptimalkan SNEDDS berbasis minyak biji bunga matahari menggunakan Box-Behnken Design (BBD), serta mengevaluasi karakteristik fisikokimianya. Kebaruan penelitian ini terletak pada penerapan optimasi statistik multirespon terhadap minyak biji bunga matahari, Tween 80, gliserol, dan waktu pengadukan, yang diintegrasikan dengan karakterisasi nanoemulsi dan verifikasi eksperimental terhadap formula optimum. Setelah analisis GC-MS dan skrining formulasi awal, formulasi dioptimalkan menggunakan Design-Expert 13 berdasarkan transmitansi dan waktu emulsifikasi sebagai respons kritis. Formula optimum yang diperoleh pada komposisi yaitu 9,09% minyak biji bunga matahari, 83,33% Tween 80, dan 7,57% gliserol, dengan nilai desirabilitas sebesar 0,863. Formula tersebut menunjukkan transmittansi sebesar 99,67 ± 0,25%, waktu emulsifikasi 28,46 ± 0,02 detik, ukuran partikel 13,67 nm, indeks polidispersitas 0,324, dan potensial zeta sebesar −19,76 mV. Hasil verifikasi menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan antara nilai yang diprediksi dan hasil eksperimen (p>0,05), yang mendukung validitas metode optimasi. Hasil ini menunjukkan bahwa minyak biji bunga matahari dapat diformulasikan menjadi SNEDDS dengan karakteristik nanoemulsi yang baik. Pendekatan berbasis BBD memberikan dasar rasional untuk pengembahangan lebih lanjut pada sistem pengantaran obat berbasis lipid.
Copyrights © 2026