Kemampuan membaca kritis siswa kelas VII MTs GUPPI Natar belum berkembang secara optimal, terutama dalam membedakan fakta dan opini, mengevaluasi bukti, serta menarik simpulan secara logis. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan membaca kritis dan keterlibatan siswa melalui pembelajaran berbasis teks argumentatif. Penelitian menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam tahap prasiklus, Siklus I, dan Siklus II. Subjek penelitian berjumlah 32 siswa. Data dikumpulkan melalui tes membaca kritis, observasi, catatan lapangan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata meningkat dari 62,3 pada prasiklus menjadi 71,1 pada Siklus I dan 82,4 pada Siklus II. Persentase siswa yang mencapai Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran meningkat dari 37,5% menjadi 65,6% dan 84,4%. Keaktifan siswa juga meningkat dari 46,9% menjadi 68,8% dan 87,5%. Peningkatan terjadi pada seluruh indikator membaca kritis. Dengan demikian, pembelajaran berbasis teks argumentatif dapat meningkatkan kemampuan membaca kritis sekaligus mendorong partisipasi siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia.
Copyrights © 2026