Indonesia memiliki beragam kerajinan tangan lokal yang autentik, salah satunya adalah gerabah desa Banyumulek, Lombok Barat. Desa Banyumulek sendiri merupakan pusat industri kerajinan gerabah tradisional yang kaya akan nilai sejarah dan estetika. Ciri khas pada gerabah ini ada pada kualitas tanah serta alur transformasi material dari bahan mentah hingga bisa menjadi produk akhir yang bernilai tinggi. Namun, potensi dan nilai autentisitas tersebut belum dimanfaatkan secara optimal oleh para perajin lokal, termasuk Art Shop Kodongsasak. Permasalahan yang dihadapi yaitu strategi pemasaran yang masih dilakukan secara konvensional dan belum aktif untuk pengelolaan media sosial interaktif, sehingga terjadi kesenjangan informasi mengenai nilai seni di balik pembuatan gerabah, khususnya bagi generasi muda. Di era serba digital ini konsumen modern cenderung lebih menyukai konnten viusal dinamis berbasis storytelling yang mengedepankan transparansi proses. Berdasarkan permasalahan tersebut, perancangan ini bertujuan untuk menghasilkan media promosi berbasis Process-Oriented Branding berupa video promosi vertikal dengan aspek rasio 9:16 yang disesuaikan untuk platform media sosial Instagram Reels, TikTok, ataupun Youtube Shorts. Dengan mengangkat konsep Behind-the-Craft, video ini merangkum dan menyorot alur perjalanan pembuatan gerabah dari bahan mentah hingga produk jadi. Solusi perancangan ini diharapkan mampu meningkatkan visibilitas, serta pemahaman audiens terhadap nilai dari kerajinan gerabah Banyumulek di Art Shop Kodongsasak secara efektif.
Copyrights © 2026