Claim Missing Document
Check
Articles

Fotografi Decopauge Keindahan dan Fenomena Subak Bali di Daerah Gianyar dan Bangli SATRIA, CHRISTOFER; UDIANA NINDHIA PEMAYUN, TJOKORDA; SUTEJA, I KETUT
Prabangkara : Jurnal Seni Rupa dan Desain Vol 21 No 2 (2017): Pabangkara
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.22 KB)

Abstract

Penciptaan ini dilatarbelakangi oleh ketetarikan pencipta terhadap keindahan dan fenomena subak diBali khususnya daerah Gianyar dan Bangli. Subak adalah organisasi kemasyarakatan yang mengatursistem pengairan sawah, yang digunakan untuk bercocok tanam padi di Bali. Subak biasanya memilikipura yang dinamakan Pura Uluncarik yang diperuntukan untuk “Dewi Sri” (dewi kemakmuran dan kesuburan). Penciptaan ini difokuskan pada fotografi decopuage keindahan dan fenomena subakBali khususnya daerah Gianyar dan Bangli. Berorientasi dari keindahan dan fenomena subak di Bali, pencipta ingin mengungkapkan ke dalam sebuah karya fotografi decopauge, dengan menggunakandua teknik yang berbeda menjadi satu kesatuan, sehingga kesan foto akan lebih berbeda dan mengikuti tekstur batu yang digunakan. Berdasarkan hal tersebut pencipta menggunakan teori transformasi, untuk perubahan dari karya asli ke-dalam karya baru dan teori semiotika, sebagai pembuatan karya untuk melihat komposisi foto dan tekstur batu yang digunakan. Metode yang digunakan adalah metode observasi dan metode dokumentasi, yang difokuskan didaerah Gianyar dan Bangli. Pencipta berharap dengan adanya perancangan ini, dapat memberikan dampak baik terhadap Subak di Bali terutama daerah Gianyar dan Bangli, dan dapat menjadi media yang menarik untuk memelihara dan menjaga Subak di Bali.This creation is motivated by the creator’s attractiveness of the beauty and phenomenon of subak in Bali, especially the area of Gianyar and Bangli. Subak is a community organization that regulates the irrigation system of paddy fields, which is used to grow rice in Bali. Subak usually has a temple called Uluncarik Temple which is intended for “Dewi Sri” (goddess of prosperity and fertility). This creation is focused on photography decoupage beauty and phenomenon of subak in Bali especially area of Gianyar and Bangli. Oriented from the beauty and phenomenon of subak in Bali, the creators want to express into a photography decopauge work, using two different techniques into one unity, So the impression will be more different photos and follow the texture of the stone used. Based on that the creator used the theory of transformation, for a change from the original work into the new work and the theory of semiotics, as a work to see the composition of photographs and texture of stones used. The method used is the method of observation and method of documentation, which focused on Gianyar and Bangli areas. Creator hopes with this design, can give good impact to subak in Bali especially area of Gianyar and Bangli, and can become an interesting media to maintain and keep subak in Bali.
SKETSA TAHAPAN AWAL “MERARIK” AKRILIK 3D DENGAN MEDIA SENSOR SUARA DAN CAHAYA Christofer Satria; Hasbullah Hasbullah; I Nyoman Subudiartha
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol 10, No 2 (2021): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v10i2.26219

Abstract

The Merarik tradition is one of the customs of the Sasak tribe, which means eloping or kidnapping. This interesting phenomenon is very unique because a man has to kidnap his woman without being noticed by the parents of the woman. In this case, the research subject is in Sade Village. To obtain the desired information, researchers used interview techniques with this type of qualitative research (Interview with the Traditional Village (Sade Village), the Chairperson of the Sasak Indigenous Community (MAS), and a couple who married with the traditional merarik) The results of the study found that the first stage in the merarik tradition was the Merarik stage. A sketch is a rough and light drawing or just an outline of an unfinished drawing or painting. Or a sketch can also be interpreted as a plan for a picture or painting to be made. The Design Thinking method is the method used to solve this problem, which has several stages such as empathize, define, ideate, prototype, test, and implement. Aesthetic theory is a theory that is used to strengthen the work of the creator. According to Bruce Allsopp, Aesthetic theory is a theory that studies the processes and rules in creating a work of art, which is expected to generate positive feelings for people who see and feel it. The creator hopes that the sketch of several stages in this drawing can help the creator to simplify the work to be made and provide additional ideas to the creator and make it easier for the creator to sort or select layer by layer from the sketch.Keywords: merarik, qualitative, acrylic, sketches, aesthetics.AbstrakTradisi Merarik adalah salah satu adat istiadat dari suku sasak, yang berartikan kawin lari atau penculikan. Fenomena merarik ini sangatlah unik dikarenakan seorang pria harus menculik wanitanya tanpa diketahui oleh orang tua dari wanitanya. Dalam hal ini yang menjadi subjek penelitian berada di Desa Sade. Untuk mendapatkan informasi yang di inginkan peneliti menggunakan teknik wawancara dengan jenis penelitian kualitatif (Wawancara dengan Desa Adat (Desa Sade) , Ketua Masyarakat Adat Sasak (MAS), dan Pasangan yang menikah dengan adat merarik). Hasil penelitian mendapati bahwa tahapan pertama dalam tradisi merarik ialah tahapan Merarik. Sketsa adalah gambar yang kasar dan ringan atau gambaran garis besarnya saja dari suatu gambar atau lukisan yang belum selesai. Atau sketsa dapat diartikan juga sebagai rencana dari suatu gambar atau lukisan yang akan dibuat. Metode Design Thinking adalah metode yang digunakan untuk penyelesaian masalah ini, yang terdapat beberapa tahapan seperti empathize, define, ideate, prototype, test, dan implement. Teori Estetika adalah teori yang digunakan untuk memperkuat hasil karya pencipta., Menurut Bruce Allsopp Teori estetika adalah teori yang mempelajari tentang proses dan aturan dalam menciptakan suatu karya seni, yang diharapkan bisa menimbulkan perasaan positif bagi orang yang melihat dan merasakannya. Pencipta berharap dengan adanya sketsa dari beberapa tahapan dalam merarik ini dapat membantu pencipta dalam mempermudah karya yang akan dibuat dan memberikan ide-ide tambahan kepada pencipta dan mempermudah pencipta untuk memilah atau memilih layer by layer dari sketsa tersebut.Kata Kunci: merarik, kualitatif, akrilik, sketsa, estetika. Authors:Christofer Satria : Universitas BumigoraHasbullah : Universitas BumigoraI Nyoman Subudiarta : Universitas Bumigora References:Adnan, S. (2004). Pergeseran Nilai-nilai Adat Marari Pada Masyarakat Suku Sasak Lombok (Studi Pada Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat). Semarang:  Program Pascasarjana Universitas Diponegoro. http://eprints.undip.ac.id/11011/1/2004MNOT3051.pdfAllmy. (2012). Pengertian Sketsa. http://allmy.blogdetik.com/2012/12/24/pengertiansketsa/ (diakses 18 Maret 2021).Azhar, H. Lalu. (2021). “Tradisi Merarik”. Hasil Wawancara Pribadi: 12 April 2021, Desa Sade.Budiman, H. C. (2016). Perancangan dan Pembuatan Mesin Penekuk Akrilik. Yogyakarta: Universitas Islam Indonesia.Caraousell. (2021). Acrylic Sheet. https://www.carousell.sg/p/acrylic-sheet-5mm-thk-108794231/ (diakses pada tanggal 16 Juni 2021).Dunne, David. (2018). Design Thinking at Work. London: University of Toronto Press.Eko, S. (2019). Gambar Bentuk. Padang: Universitas Negeri Padang.Fidelia, M. (2009). Perpustakaan Seni Rupa di Yogyakarta (Intergrasi Perpustakaan, Galeri, dan Kafe, dengan Memasukan Karakter Karya-karya Dimitri Maksimov sebagai Sumber Inspirasi). Yogyakarta: Universitas Islam Indonesia.Hadinata, G. Q. (2019). Pengaruh Komposisi Cat Akrilik dan Binder Sablon Terhadap Kualitas Tahan Luntur Warna dan Kekakuan Dalam Pembuatan  Motif Cosplay Pada Kain Katun, Satin, dan Drill. Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.Indotrading. (2016). Acrylic Lembaran Putih Susu 3mm.https://www.indotrading.com/cahayaabadipackinggasket/acrylic-lembaran-putih-p606771.aspx (diakses pada tanggal 16 Juni 2021).Lightboxgoodman. (2021). Cinderella 4 – Paper Cutting Light Box. https://lightboxgoodman.com/collections/all-products/products/across-the-sea-1-laser-cut-reproduction-3d-paper-cutting-night-light-paper-cut-light-box-paper-cutting-light-box-1?variant=39262773903522 (diakses pada tanggal 16 Juni 2021).Mclntyre, J. E. (2005). Synthrtic Fibres: Nylon, Polyster, Acrylic, Polyolefin. England: Woodhead Publishing Limited.Melichson, H. (2009). The Art Of Paper Cutting. USA: Penn Publishing.MT, F. S. H. (2018). Pengaruh Penggunaan Media Grafis Terhadap Kemampuan Representasi Matematis Siswa Di Kelas VII Mts N 4 Mandailing Natal. Padangsidimpuan:  IAIN Padangsidimpuan. Nasution. (2003). Metode Penelitian Naturalistik Kualitatif. Bandung: Tarsito.Putra, P. A. (2013). Mesin Pemotong Akrilik Berbasis Mikrokontroler. Salatiga: Universitas Kristen Satya Wacana.Satria, C. (2021). “Merarik”. Hasil Dokumentasi Pribadi: 16 Juni 2021, Universitas Bumigora.Saladin, B. (2013). Tradisi Merari’Suku Sasak di Lombok dalam Perspektif Hukum Islam. Al- Ihkam, 8(1), 21-39. http://doi.org/10.19105/al-ihkam.v8i1.338Sumardjo, J. (2010). Estetika Nusantara. Surakarta: Institut Seni Indonesia Surakarta.Tolu, Admin. (2017). Pengenalan Resin dan Katalis serta Takaran Tepat Perbandingannya. https://www.kerajinankreatif.com/2017/04/campuran-resin-dan-katalis.html (diakses pada tanggal 16 Juni 2021).
Kajian Perancangan Logo Kelompok Sadar Wisata Gatari Mass Sebagai Salah Satu Destinasi Wisata Alam Baru Christofer Satria; Sasih Gunalan
Jurnal SASAK : Desain Visual dan Komunikasi Vol 2 No 2 (2020): SASAK
Publisher : Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/sasak.v2i2.903

Abstract

This increasingly promising tourism growth is also utilized by the people of NTB, not only in the Mandalika area, NTB tourism has spread widely to remote villages, one of which is in the villages of Sesot, Pakuan, and Buun Sejati, West Lombok which are managed by Pokdarwis Gatari Mass. chaired by Hazudin Nur. The community must be able to compete to become a favorite tourist destination today that is able to attract as many tourists as possible and with this tourism awareness group, another challenge arises, namely, a characteristic that represents Pokdarwis Gatari Mass so that it can give a good impression of the goals, vision and mission achieved. So it takes an intense, quality, and continuous communication that can be used to overcome the challenges that arise. It can be concluded briefly that the logo is able to present as a promotional media for Pokdarwis.
PERANCANGAN MEDIA PROMOSI DESA SINTUNG SEBAGAI DESA WISATA Sunardy Kasim; Murianto Murianto; Christofer Satria
Jurnal Inovasi Penelitian Vol 1 No 1: Juni 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.282 KB) | DOI: 10.47492/jip.v1i1.45

Abstract

Perancangan media promosi untuk memperkenalkan desa sintung sebagai desa wisata sesuai dengan citra visual yang ingin ditampilkan desa wisata tersebut yang mengusung wisata alam membutuhkan peran penting masyarakat yang ada didesa tersebut. Community based tourism (CBT) menjadi sebuah konsep yang penting untuk mewujudkannya, dimana masyarakat secara bersama-sama membangun dan mengelola pariwisata dengan menggali potensi yang mereka miliki dan juga potensi yang dimiliki desa atau wilayahnya sehingga peningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menanggulangi kemiskinan melalui perencanaan sektor pariwisata. Dalam proses pembuatan media promosi desa wisata sintung ini dilakukan dengan menggunakan Metode DesignThingking, sehingga natinya menghasilkan beragam desain yang sesuai dengan potensi wisata yang ada di desa tersebut.
SMART KAMPUS: Perspektif Baru Enterprise Architecture STMIK Bumigora Mataram Berbasis TOGAF ADM Anthony Anggrawan; Christofer Satria; Husain Husain
Jurnal Mantik Penusa Vol. 2 No. 4 (2009): Jurnal Manajemen dan Informatika Komputer Pelita Nusantara
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LPPM) STMIK Pelita Nusantara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (30.285 KB)

Abstract

The need and progress of Information and Communication Technology (ICT), which has been developing faster and faster, needs business needs such as technology, systems, processes and communication in educational organizations ranging from systems to hardware and software supported by software and software. organization. Corporate architecture, asking about what components in the organization run business processes, organizational accountability, planning work platforms and planning, so that it can facilitate planning that is in line with the organization that is running in a structured manner. Enterprise Architecture works on blueprints or blueprints for systems that will be built or that will be developed. Problems that often occur include: decision making that is not based on information, information that is available is irrelevant, information that is not used by management, information that is not timely, too much information, information available is inaccurate, there is duplication of data, and the existence of data the way to use it is not flexible. To overcome this, this research will create a new corporate architecture in accordance with business architecture, data architecture, application architecture, Technology architecture will produce a blueprint. With the existence of Enterprise Architecture (EA) which is expected to provide explanations and requested between business and information technology, the baseline architecture and target architecture will be discussed so that harmony between business strategies and ICTs will be created. In implementing research using TOGAF ADM in planning and development of ICT and the creation of a smart campus at STMIK Bumigora Mataram.
Smart Campus: Model Baru Enterprise Architecture STMIK Bumigora Mataram dalam Manajement Tata Kelola TIK Berbasis TOGAF ADM Anthony Anggrawan; Christofer Satria; Husain Husain
Jurnal Mantik Penusa Vol. 2 No. 2 (2018): Computer Science
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian (LPPM) STMIK Pelita Nusantara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1917.703 KB)

Abstract

Enterprise Architecture  bagaimana mengambarkan suatu organisasi bagaimana  menjalankan proses bisnis yang sedanng berjalan maupun yang akan di jalankan, teknologi jasa dan platform (rencana kerja), tanggung jawab organisasi, dengan begitu dapat beradaptasi dalam menjalankan segala bentuk sistemtem yang ada yang sesuai dengan sistem yang akan direncanakan,  sedang berjalan, termasuk  sistem yang akan di kembangkan.  Enterprise Architecture adalah sebuah cetak biru (blue print) untuk sebuah sistem yang akan di bangun (direncanakan) atau yang akan di kembangkan. Permasalahan terjadi adalah dalam pengambilan keputusan sering kali tidak dilandasi dengan informasi yang tersedia terkadang tidak relevan, kemudian informasi yang ada terkadang tidak dimanfaatkan oleh dengan baik oleh manajemen, dan tidak tepat waktu informasi yang tersedia, terdapat informasi yang terlalu banyak, informasi yang tersedia terkadang tidak akurat, adanya duplikasi data, dan adanya data yang cara pemanfaatannya tidak fleksibel. Untuk mengatasinya penelitian ini akan membuat cara baru enterprise architecture mencakup terhadap arsitektur bisnis, arsitektur data, arsitektur aplikasi, arsitektur Teknologi akan menghasilkan cetak biru. Dengan menggunakan Enterprise Architecture (EA)  dengan harapan dapat memberikan solusi dan diinginkan, penjelasan dan dokumentasi yang antara bisnis dan teknologi informasi yang dalamnya digambarkan arsitektur baseline dan arsitektur target sehingga akan terciptanya keselarasan diantara strategi bisnis dan stratergi TIK. Dalam imlementasinya peneliti menggunakan kerangka TOGAF ADM dalam perenecanaan dan pengembangan TIK dan terciptanya smart kampus di STMIK Bumigora Mataram. Kata Kunci: Enterprise Architecture (EA), Teknologi Informasi dan Komputer (TIK), Master Plan, TOGAF ADM
KOMUNIKASI VISUAL IKLAN KENTUCKY FRIED CHICKEN (KFC) PADA MASA PANDEMI COVID-19 Hasbullah; Christofer Satria; I Nyoman Yoga Sumadewa
VISWA DESIGN: Journal of Design Vol. 1 No. 1 (2021): Viswa Design: Journal of Design
Publisher : Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (905.365 KB)

Abstract

Komunikasi sebagai dasar informasi yang disampaikan kepada khalayak untuk menentukan pemahaman dan ketertarikan. Ketertarikan khalayak terhadap informasi yang disampaikan tersebut, ditinjau dari dua jenis komunikasi yakni verbal dan nonverbal. Permasalahan yang diangkat dalam tulisan ini adalah tentang bagaimana bentuk komunikasi visual iklan KFC pada masa pandemic covid-19. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis komunikasi visual iklan KFC pada masa pandemic covid-19. Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah kualitatif deskriptif dengan berlandasan teori semiotika Charles S. Peirce. Hasil penelitian dalam tulisan ini berupa komunikasi visual yang mengarah pada bahasa simbol seperti : warna merah, ayam goreng, kentang goreng, ice cream, dan lain-lainnya. Komunikasi yang dilakukan oleh pihak KFC, selain menggunakan bahasa visual terdapat secara tulisan. Hal demikian bertujuan untuk mempresentasikan produk makanan siap saji yang diproduksi oleh KFC. Kesimpulannya, komunikasi visual iklan kentucky fried chicken (kfc) pada masa pandemi covid-19 berupa bahasa simbol. Bahasa simbol tersebut, tergolong dalam bahasa visual dan teks yang bertujuan mempromosikan produk KFC.
PELATIHAN DESAIN KEMASAN DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 1 SIKUR Hasbullah; Anthony Anggrawan; I Nyoman Yoga Sumadewa; Christofer Satria; Baiq Fitria Rahmiati
Abdi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 2 (2022): Abdi Widya: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : UPT Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.12 KB)

Abstract

Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Sikur sebagai sekolah keunggulan bidang seni dan industri kreatif yang beroreintasi pada pariwisata. Kebutuhan pariwisata tentu membutuhkan tampilan branding yang menarik salah satunya adalah kemasan. Namun, dengan kurangnya tenanga pengajar yang memiliki keahlian dalam bidang desain kemasan, maka Sebagian besar peserta didik di sekolah tersebut masih kurang memahami komponen-komponen desain kemasan. Tujuan diadakannya pelatihan ini sebagai wahana berbagi dan membuka wawasan tentang desain kemasan bagi peserta didik di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Sikur. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah Latihan terbimbing. Melalui proses simulasi dan latihan yang didampingi oleh tim pengabdi maka dapat menghasilkan desain kemasan makanan yang bervaiasi. Kegiatan ini dimulai dari mendesain menggunakan aplikasi grafis di computer sampai dengan membuat standing pouch food Oleh karena itu, kegiatan pelatihan ini perlu dilakukan pada tingkatan sekolah agar mendapatkan ilmu tambahan dan kreativitas.
Pendampingan Fotografi dan Desain Grafis di Sekolah Menengah Pertama Katolik (SMPK Kesuma) Mataram Hasbullah Hasbullah; Anthony Anggrawan; Christofer Satria; I Nyoman Yoga Sumadewa; Baiq Fitria Rahmiati
ADMA : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 3 No 1 (2022): ADMA: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Bumigora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30812/adma.v3i1.2135

Abstract

Condition of the Catholic Junior High School (SMPK Kesuma) in the COVID-19 pandemic has paralyzed the field trip activities programmed by the school every year. With the soaring Covid-19 cases in Mataram, the school replaced the field trip activities with photography and graphic design training. Photography and graphic design training aims to foster students' talents and interests in dealing with the development of science, technology and art in this current era. The method of implementing this training is by simulation and practice of photography and graphic design. Stages The activity begins with a classical presentation of the material, explaining photography techniques using simple tools such as smartphones. Furthermore, providing assistance in the practice of photography and graphic design. Graphic design assistance is carried out using a simple application available on a smartphone to produce Lombok food promotion posters. The photographic work produced becomes the task of cultural arts and the poster work made by students becomes the assessment of the tourism work program..
PLASTER FOWLER : METAFOR PADA DESAIN KARYA VISUAL ALTHA RIVAN Sasih Gunalan; Christofer Satria; I Nyoman Yoga Sumadewa
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol 11, No 2 (2022): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v11i2.40455

Abstract

The development of visual arts murals and paintings in West Nusa Tenggara has presented several names of artists. One of them is designer and artist Altha Rivan. Altha is a designer and visual artist who often uses the plaster fowler metaphor as an object in his works. Through the metaphor of Fowler's palster, Altha tells about various social phenomena around her. And this makes Altha's visual art works very interesting to study and research. In this study, the author uses the theoretical framework of iconology and iconography, Erwin Panofsky. There are three stages in the process of meaning that is carried out, namely pre-iconography, iconography and iconology. In the pre-iconography stage, various formalistic images of existing forms will be obtained. And then developed into the next stage, namely the iconographic analysis stage. The final stage of this study framework is the iconological interpretation stage. Through this theory, we will be able to discover the concept of meaning in works and various other factors that influence it. The results of this study explain that Fowler's palster is a metaphor in Altha Rivan's work. Is an inherent subject that emerges against the background of the artist's past memories and ideas. The metaphor then combines with current problems that he absorbs around him.Keywords: metaphor, design, work, visual. AbstrakPerkembangan seni visual mural dan karya lukis di Nusa Tenggara barat, telah menghadirkan beberapa nama seniman. Salah satunya ialah desainer dan seniman Altha Rivan. Altha adalah desainer dan seniman visual yang banyak menggunakan metafor plaster fowler sebagai objek dalam karya-karyanya. Melalui matafor palster fowler, Altha menceritakan berbagai fenomena social yang ada disekitarnya. Dan hal tersebut menjadikan karya-karya seni visual Altha,  menjadi sangat menarik untuk dikaji dan diteliti.  Tujuan penelitian ini, mengurai makna yang terdapat karya seni visual Altha Rivan, dengan subject matter plaster fowler. Dalam kajian ini, penulis menggunakan kerangka teoritik ikonologi dan ikonografi, Erwin Panofsky. Terdapat tiga tahap dalam proses pemaknaan yang dilakukan yaitu pra ikonografi, ikonografi dan ikonologi. Pada thap pra ikonografi akan didapatkan berbagai citra formalistic bentuk yang ada. Dan selanjutnya dikembangkan kedalam tahap selanjutnya yaitu tahap analisis ikonografi. Tahap akhir dari kerangka kajian ini ialah tahap interpretasi ikonologi. Melalui teori ini, kita akan dapat menemukan konsep makna dalam karya dan berbagai faktor lain yang mempengaruhinya. Hasil pengkajian ini, mejelaskan bahwa palster fowler sebagai metaofr dalam karya Altha Rivan. Adalah sebuah subjek inheren yang muncul dengan latar belakang ingatan dan gan masalalu sang seniman. Metafor tersebut kemudian berpadu dengan permasalahan terkini yang ia serap disekitarnya.Kata Kunci:  metafor, desain, karya, visual. Authors:Sasih Gunalan : Universitas BumgoraChristofer Satria : Universitas BumgoraI Nyoman Yoga Sumadewa : Universitas Bumgora References:Barry, S. (2008). Jalan Seni Jalanan Yogyakarta. Penerbit Sradium.Feldman, E. B. (1967). Art as Image and Idea atau Seni sebagai Ujud dan Gagasan terjemahan Sp. Gustami, 1991. Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Seni Yogyakarta.Gunalan, S., Haryono, H., & Yasa, I. N. M. (2022). Analisis Pemaknaan dan Tanda Pada Desain Logo GP Mandalika Series. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 11(1), 212-219. https://doi.org/10.24114/gr.v11i1.34285.Kartodirdjo, S. (1993). Pendekatan Ilmu Sosial dalam Sejarah. Gramedia.Panofsky, E. (1955). Meaning in The Visual Art. Doubleday Anchor Books, Doubleday& Company, Inc.Rajudin, R., Miswar, M., & Muler, Y. (2020). Metode Penciptaan Bentuk Representasional, Simbolik, Dan Abstrak (Studi Penciptaan Karya Seni Murni Di Sumatera Barat, Indonesia). Gorga: Jurnal Seni Rupa, 9(2), 261-272. https://doi.org/10.24114/gr.v9i2.19950.Sugiyono, S. (2018). Metode penelitian Kombinasi. CV. Alfabeta.