Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Work-Life Balance dan Stres Kerja terhadap Psychological Well-Being pada karyawan PT X Bandung, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif kausal (explanatory research). Populasi penelitian berjumlah 23 karyawan PT X Bandung dan seluruhnya digunakan sebagai sampel melalui teknik sampling jenuh (total sampling). Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dengan skala Likert empat poin. Work-Life Balance diukur menggunakan Work/Nonwork Interference and Enhancement Scale, Stres Kerja diukur menggunakan Perceived Stress Scale (PSS-14), sedangkan Psychological Well-Being diukur menggunakan Psychological Well-Being Short Scale. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh item instrumen valid dan reliabel. Hasil regresi linear berganda menunjukkan bahwa Work-Life Balance tidak berpengaruh signifikan terhadap Psychological Well-Being (β = -0,029; t = -0,129; p = 0,899 > 0,05). Stres Kerja juga tidak berpengaruh signifikan terhadap Psychological Well-Being (β = 0,054; t = 0,244; p = 0,810 > 0,05). Secara simultan, Work-Life Balance dan Stres Kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap Psychological Well-Being (F = 0,037; p = 0,964 > 0,05). Nilai R² sebesar 0,004 menunjukkan bahwa Work-Life Balance dan Stres Kerja hanya menjelaskan 0,4% variasi Psychological Well-Being, sedangkan 99,6% dijelaskan oleh faktor lain di luar model penelitian. Dengan demikian, hasil penelitian secara parsial menunjukkan bahwa Work-Life Balance dan Stres Kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap Psychological Well-Being. Secara simultan, kedua variabel tersebut juga tidak berpengaruh signifikan terhadap Psychological Well-Being.
Copyrights © 2026