Prokrastinasi akademik pada remaja awal dapat mengganggu penyelesaian tugas, keteraturan belajar, dan pencapaian akademik. Pada saat yang sama, penggunaan game online yang tidak terkendali berpotensi menggeser waktu dan perhatian dari kewajiban sekolah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tingkat kecanduan game online dan prokrastinasi akademik serta menganalisis hubungan keduanya pada siswa kelas VII SMP Negeri 4 Kota Bogor. Penelitian menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan sampel 180 siswa yang dipilih secara acak dari populasi 324 siswa. Kecanduan game online diukur menggunakan instrumen 21 butir yang dikembangkan berdasarkan tujuh aspek Game Addiction Scale, sedangkan prokrastinasi akademik diukur menggunakan 23 butir valid dari skala awal 24 butir. Uji coba instrumen menunjukkan Cronbach’s alpha sebesar 0,925 untuk kecanduan game online dan 0,901 pada skala prokrastinasi sebelum eliminasi satu butir. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan korelasi Spearman karena asumsi untuk korelasi parametrik tidak terpenuhi. Hasil menunjukkan bahwa 55,0% siswa berada pada kategori sedang untuk kecanduan game online dan 55,6% berada pada kategori sedang untuk prokrastinasi akademik. Korelasi Spearman menunjukkan hubungan positif yang kuat antara kedua variabel (rₛ = 0,659, p < 0,001, n = 180). Temuan ini berarti siswa dengan peringkat skor kecanduan game online yang lebih tinggi cenderung memiliki peringkat prokrastinasi akademik yang lebih tinggi. Namun, karena desain penelitian bersifat potong lintang dan korelasional, hasil tidak membuktikan bahwa kecanduan game online menyebabkan prokrastinasi akademik. Implikasi praktis diarahkan pada layanan BK berbasis regulasi diri, manajemen waktu, literasi digital, pemantauan pola bermain, serta kolaborasi dengan keluarga.
Copyrights © 2026