Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat keasaman (pH) tanah serta mendiagnosis status unsur hara makro (Nitrogen, Fosfor, dan Kalium) pada lahan pertanian di Desa Banuagea, Kecamatan Tuhemberua, Kabupaten Nias Utara. Pengujian dilakukan menggunakan dua metode standar lapangan, yaitu Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS) untuk sampel tanah basah (Sampel Onodao’o dan Sampel Laehuwa) serta Perangkat Uji Tanah Kering (PUTK) untuk lahan demplot jagung. Hasil pengujian menunjukkan variasi tingkat keasaman yang signifikan: Sampel Onodao’o tergolong masam (pH 4–5) dengan tekstur berpasir, Sampel Laehuwa agak masam (pH 5–6), sedangkan Lahan Demplot Jagung memiliki kondisi awal masam (pH 4–5) yang berhasil ditingkatkan menjadi agak basa (pH 7–8) setelah pemberian pereaksi kapur (dolomit). Berdasarkan diagnosis hara, direkomendasikan aplikasi pemupukan spesifik lokasi, mencakup pemberian dolomit sebesar 1–2 ton/ha untuk menetralisir keasaman, penyesuaian dosis pupuk tunggal (Urea, SP-36, KCl), serta formulasi pupuk majemuk NPK 15:15:15 guna mengoptimalkan produktivitas komoditas pertanian lokal secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026