Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Drainase Terhadap Budidaya Pertanian Di Lahan Basah Arif Indra Jaya Gea; Juwita Sartika Halawa; Fersi Roman Lase; Iman Victor Telaumbanua; Febe Juniati Halawa; Yoel Melsaro Larosa
Jurnal Ilmu Pertanian dan Perikanan Vol. 2 No. 2 (2025): PENARIK - Agustus
Publisher : CV. SINAR HOWUHOWU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70134/penarik.v2i2.584

Abstract

Drainage is one of the important factors in agricultural cultivation, especially on land with high humidity levels or prone to waterlogging. This study aims to analyze the effect of drainage systems on the success of agricultural cultivation in wetlands. The approach used is a descriptive qualitative method with direct observation techniques in the field and in-depth interviews with local farmers. The results of the study showed that the existence of a good drainage system can increase soil aeration, prevent root rot, and support optimal plant growth. Conversely, land without an adequate drainage system shows decreased productivity and the emergence of various plant disease problems.
ANALISIS METODE SELEKSI BENIH MENGGUNAKAN LARUTAN NaCl UNTUK MENILAI KUALITAS BENIH PADI (ORYZA SATIVA L.), KAKAO (THEOBROMA CACAO L.) DAN CABAI MERAH KERITING (CAPSICUM ANNUM L.) Arif Indra Jaya Gea; Juwita Sartika Halawa; Romanus Restu Gulo; Ningsi Kristiani Mendrofa; Viktoris Julman Waruwu; Veniman Gulo; Natalia Kristiani Lase
JURNAL AGRO NUSANTARA Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Agro Nusantara
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/jan.v5i1.3935

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode seleksi benih menggunakan larutan NaCl dalam menilai kualitas benih. Seleksi benih menggunakan larutan NaCl merupakan teknik yang umum digunakan untuk menguji daya berkecambah dan kualitas benih, dimana benih yang berkualitas baik cenderung tenggelam pada tingkat salinitas tertentu. Dalam penelitian ini menggunakan metode observasi langsung, dimana kegiatan ini dilakukan pada saat pratikum dasar-dasar agronomi dalam menyeleksi benih yangh berkualitas dan tidak berkualitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode seleksi benih dengan larutan NaCl efektif dalam membedakan benih yang berkualitas dan tidak berkualitas, dimana benih yang tenggelam dalam larutan NaCl menunjukkan kualitas yang lebih baik. Metode ini sederhana, murah, dan dapat dilakukan di lapangan tanpa memerlukan peralatan khusus. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan metode seleksi benih menggunakan larutan NaCl dapat dijadikan alat yang bermanfaat untuk menilai kualitas benih secara cepat dan efektif dalam mendukung keberhasilan budidaya tanaman dengan menggunakan konsentrasi NaCl yang tepat.
Analisis Keasaman (pH) dan Status Unsur Hara Tanah Serta Rekomendasi Pemupukan Spesifik Lokasi di Desa Banuagea Kecamatan Tuhemberua, Kabupaten Nias Utara Linda Heppy Karisda Nazara; Della Howu Howu Zendrato; Iman Victor Telaumbanua; Fersi Roman Lase; Juwita Sartika Halawa; Patricia Zeni Ferbriani Waruwu; Tritumeiman Waruwu; Asdian Julianti Lawolo; Windi Syahputri Mawar Waruwu; Putra Hidayat Telaumbanua
Jurnal Research Ilmu Pertanian Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Research Ilmu Pertanian (Agustus 2026)
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/1zf7xs49

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat keasaman (pH) tanah serta mendiagnosis status unsur hara makro (Nitrogen, Fosfor, dan Kalium) pada lahan pertanian di Desa Banuagea, Kecamatan Tuhemberua, Kabupaten Nias Utara. Pengujian dilakukan menggunakan dua metode standar lapangan, yaitu Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS) untuk sampel tanah basah (Sampel Onodao’o dan Sampel Laehuwa) serta Perangkat Uji Tanah Kering (PUTK) untuk lahan demplot jagung. Hasil pengujian menunjukkan variasi tingkat keasaman yang signifikan: Sampel Onodao’o tergolong masam (pH 4–5) dengan tekstur berpasir, Sampel Laehuwa agak masam (pH 5–6), sedangkan Lahan Demplot Jagung memiliki kondisi awal masam (pH 4–5) yang berhasil ditingkatkan menjadi agak basa (pH 7–8) setelah pemberian pereaksi kapur (dolomit). Berdasarkan diagnosis hara, direkomendasikan aplikasi pemupukan spesifik lokasi, mencakup pemberian dolomit sebesar 1–2 ton/ha untuk menetralisir keasaman, penyesuaian dosis pupuk tunggal (Urea, SP-36, KCl), serta formulasi pupuk majemuk NPK 15:15:15 guna mengoptimalkan produktivitas komoditas pertanian lokal secara berkelanjutan.