Evaluasi kinerja operator produksi merupakan aspek penting dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas proses manufaktur pada industri elektronik. Namun, proses evaluasi yang masih bergantung pada penilaian subjektif berpotensi menghasilkan keputusan yang kurang konsisten dan objektif. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan pendekatan Hybrid Data Assessment Method (DAM) Weighting dan Simple Additive Weighting (SAW) dalam mengevaluasi kinerja operator produksi secara objektif. Metode DAM Weighting digunakan untuk menentukan bobot setiap kriteria berdasarkan karakteristik data, sedangkan metode SAW digunakan untuk menghitung nilai preferensi dan menentukan peringkat operator produksi. Penelitian menggunakan lima kriteria evaluasi, yaitu produktivitas, disiplin kehadiran, ketepatan waktu, kerja sama tim, dan inisiatif dengan sepuluh operator produksi sebagai alternatif. Hasil pembobotan menunjukkan bahwa produktivitas memiliki bobot tertinggi sebesar 0,2041, diikuti oleh inisiatif sebesar 0,2030, ketepatan waktu sebesar 0,2024, kerja sama tim sebesar 0,1985, dan disiplin kehadiran sebesar 0,1921. Berdasarkan proses perangkingan menggunakan SAW, OPT-10 memperoleh nilai preferensi tertinggi sebesar 0,9937, sedangkan OPT-8 memperoleh nilai preferensi terendah sebesar 0,9150. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan hybrid DAM Weighting dan SAW mampu menghasilkan proses evaluasi yang lebih objektif, konsisten, dan transparan dibandingkan penilaian konvensional, sehingga dapat dijadikan sebagai sistem pendukung keputusan dalam evaluasi kinerja operator produksi pada industri elektronik.
Copyrights © 2026