Limbah kulit nanas merupakan limbah organik berpotensi besar yang belum dimanfaatkan secara optimal di tingkat perdesaan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga Desa Muntai Barat dalam mengolah limbah kulit nanas menjadi minuman fermentasi probiotik (tepache) berbasis potensi lokal. Pelaksanaan kegiatan menggunakan metode pelatihan interaktif yang terdiri dari tiga tahapan: persiapan (survei dan penyiapan materi), pelaksanaan (edukasi teoritis, demonstrasi, dan praktik pembuatan), serta evaluasi. Tahapan pembuatan tepache meliputi pencucian dan pemotongan bahan, pencampuran dengan larutan gula merah dan rempah-rempah (kayu manis, cengkeh, jahe), fermentasi terkontrol selama 1–3 hari, penyaringan, hingga pengemasan. Evaluasi dilakukan secara kuantitatif melalui lembar pemahaman dan uji ketercapaian praktik mandiri. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta sebesar 85% terkait teknik fermentasi dan sanitasi bahan pangan rumah tangga. Seluruh kelompok peserta (100%) berhasil mempraktikkan tahapan pembuatan tepache secara mandiri dan higienis. Program ini terbukti efektif sebagai solusi pengolahan limbah organik berbasis zero waste sekaligus membuka peluang wirausaha rumahan baru yang mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat Desa Muntai Barat.
Copyrights © 2026