Tuberkulosis (TB) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi pembakaran arang informal berpotensi mengalami paparan asap biomassa yang dapat meningkatkan kerentanan terhadap gangguan saluran pernapasan, sehingga diperlukan upaya promotif melalui edukasi kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan penularan tuberkulosis di Desa Dapur 12, Kota Batam. Kegiatan dilaksanakan pada 27 peserta melalui beberapa tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan pre-test, penyampaian materi edukasi menggunakan metode ceramah dan leaflet, diskusi interaktif, pelaksanaan post-test, serta evaluasi. Efektivitas edukasi dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank karena data tidak berdistribusi normal. Hasil menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan peserta dari 4,48 pada saat pre-test menjadi 8,04 pada saat post-test. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan yang bermakna antara skor pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi (Z = -4,658; p = 0,0001). Peningkatan pengetahuan ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan yang dilakukan secara interaktif mampu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai cara penularan, faktor risiko, dan upaya pencegahan tuberkulosis. Kegiatan edukasi kesehatan terbukti efektif meningkatkan pengetahuan masyarakat dan berpotensi mendukung upaya promotif dalam pengendalian tuberkulosis pada masyarakat yang tinggal di sekitar pembakaran arang informal.
Copyrights © 2026