Penelitian ini bertujuan mengkaji kembali peran gaya belajar dalam pendidikan tinggi melalui analisis hubungan antara gaya belajar dan hasil belajar matematika mahasiswa calon guru, mengingat temuan sebelumnya masih belum konsisten. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional yang melibatkan 63 mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Timor yang memprogramkan mata kuliah Geometri Transformasi pada tahun akademik 2023/2024. Data dikumpulkan melalui angket gaya belajar yang diadaptasi dari instrumen yang telah teruji dan disebarkan menggunakan Google Form, serta tes hasil belajar matematika. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji ANOVA, dan korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya belajar mahasiswa didominasi oleh gaya belajar auditori (65,08%). Rata-rata hasil belajar mahasiswa sebesar 71,51. Hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa gaya belajar berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar mahasiswa (F = 11,919; p < 0,05). Analisis korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara gaya belajar dan hasil belajar mahasiswa dengan koefisien korelasi sebesar 0,404 yang termasuk kategori sedang. Temuan ini menunjukkan bahwa praktik pembelajaran dosen dan budaya belajar mahasiswa memengaruhi dominasi gaya belajar. Oleh karena itu, dosen perlu merancang pembelajaran yang variatif dan adaptif untuk meningkatkan hasil belajar matematika.
Copyrights © 2026