Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS BERDASARKAN LANGKAH-LANG KAH POLYA DITINJAU DARI ADVERSITY QUOTIENT TIPE QUITTER, CAMPER DAN CLIMBER PADA SISWA KELAS VIII SMP Maria Naimnule; Yohanes Jefrianus Kehi; Dominifridus Bone
JURNAL EDUSCIENCE (JES) Vol 9, No 2 (2022): Jurnal Eduscience (JES)
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jes.v9i2.2957

Abstract

AbstractMathematical problem solving is a process to overcome a problem encountered and to solve it requires a number of strategies. This study aims to analyze students' mathematical problem solving abilities based on Polya's steps in terms of students' Adversity Quotient. The research method used is descriptive qualitative. The subjects of this study were students of class VIIIB of the Mimbar Budhi Manufui Private Middle School, totaling 3 people. Data collection techniques used are tests and interviews. The instruments in this study were researchers, test questions, interview guidelines and documentation. The results of the study obtained a description of problem solving abilities in terms of adversity quotient in the high, medium and low categories obtaining varying results. Quitter students can only carry out one step of Polya's problem solving well, namely understanding the problem. Campers students can carry out only three problem solving steps, namely understanding the problem, making problem plans, carrying out problem planning and not being able to re-examine the results and processes they have written. Meanwhile, climbers students can carry out all four steps of solving the Polya problem in question.Keywords: Mathematical Problem Solving Ability, Adversity Quotient, PolyaAbstrakPemecahan masalah matematis merupakan proses untuk mengatasi suatu masalah yang ditemui dan untuk menyelesaikannya diperlukan sejumlah strategi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah matematis siswa berdasarkan langkah-langkah Polya ditinjau dari Adversity Quotient siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIIIB SMP Swasta Mimbar Budhi Manufui yang berjumlah 3 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan wawancara. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti, soal tes, pedoman wawancara dan dokumentasi.  Hasil penelitian diperoleh deskripsi kemampuan pemecahan masalah ditinjau dari adversity quotient dalam kategori tinggi, sedang dan rendah memperoleh hasil yang bervariasi. Siswa quitters hanya dapat melaksanakan satu langkah-langkah pemecahan masalah Polya dengan baik yaitu memahami masalah. Siswa campers dapat melaksanakan tiga langkah pemecahan masalah saja yaitu memahami masalah, membuat perencanaan masalah, melaksanakan perencanaan masalah dan tidak mampu melakukan pemeriksaan kembali terhadap hasil dan proses yang sudah ditulisnya. Sedangkan siswa climbers dapat melaksanakan semua empat langkah pemecahan masalah Polya yang dimaksud.Kata Kunci: Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis, Adversity Quotient, Polya
PELATIHAN ANEKA BERHITUNG CEPAT (ABC) PADA SISWA SDK YASWARI NIKI – NIKI III Hendrika Bete; Cecilia N Salsinha; Maria Naimnule; Dominifridus Bone
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 7 (2022): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v5i7.2469-2473

Abstract

Pendidikan Sekolah Dasar (SD) merupakan suatu upaya untuk mencerdaskan dan mencetak kehidupan bangsa yang bertaqwa, cinta dan bangga terhadap bangsa dan negara, terampil, kreatif, berbudi pekerti, dan santun serta mampu menyelesaikan permasalahan dengan pola pikir yang baik. Kemampuan berhitung pada siswa sangat berkaitan erat dengan kemampuan matematika, keduanya tidak dapat dipisahkan. Berdasarkan hasil wawancara dan survey tim pelaksana kegiatan pelatihan di SDK Yaswari Niki-Niki III, guru mengeluh karena kebanyakan siswa mengalami kesulitan dalam berhitung seperti pemahaman terhadap perkalian masih kurang ini terjadi karena rendahnya minat belajar siswa  khususnya pada keterampilan berhitung. Salah satu cara untuk menumbuhkan minat belajar siswa adalah dengan membuat pembelajaran menjadi tidak kaku. Berhitung cepat adalah solusi bagi siswa dalam belajar matematika, karena dengan berhitung cepat siswa menjadi lebih kreatif dan pembelajaran lebih menyenangkan. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk mengenalkan kepada siswa Aneka berhitung Cepat (ABC) pada siswa SDK Yaswari Niki – Niki III yakni memahami konsep dasar berhitung dan menumbuhkan ide-ide kreatif dari siswa melalui teknik berhitung cepat. Hal ini dapat dibuktikan dari hasil pretest dan posttest meningkat yakni kemampuan siswa dalam berhitung cepat sebelum dan sesudah mengikuti pelatihan aneka berhitung cepat persentasenya adalah dari 23% meningkat menjadi 94% sehingga pembelajaran lebih menyenangkan, siswa belajar dengan lebih antusias dan mendapatkan nilai yang lebih baik. 
Analisis Kesalahan Mahasiswa dalam Menyelesaikan Soal Geometri Analitik Materi Persamaan Garis berdasarkan Teori Newman Hendrika Bete; Justin Eduardo Simarmata; Maria Naimnule
Jurnal Absis: Jurnal Pendidikan Matematika dan Matematika Vol. 5 No. 1 (2022): Jurnal Absis
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30606/absis.v5i1.1432

Abstract

Geometry is an axiomatic system and a collection of generalizations, models, and evidence about the forms of objects, planes, and space. Geometry is a branch of mathematics and is very important for students in mathematics education study programs. However, student learning outcomes that do not meet expectations cause problems. The problem is the low grades of students in the second semester based on the exam results. It happens because of the weak mastery of the material, and students still need help solving math problems. This study aimed to determine the types of student errors in solving geometry problems in line equations. The results of this study are that there are reading errors, that there are students who find it difficult to identify the questions, do not know what is known and are asked in the questions; misunderstand the problem (comprehension), that the student is not able to understand the information on the question; transformation errors, that students cannot convert information into correct mathematical sentences; process skills, that students not being able to apply the calculation steps correctly and not being thorough in solving problems; and writing errors (encoding), that students write the incorrect conclusions. This type of research is descriptive research using a qualitative approach.
DEVELOPMENT OF TEACHING MATERIALS WITH ELICITING ACTIVITIES MODELS BASED ON ETHNOMATHEMATICS TO IMPROVE MATHEMATICAL LITERACY ABILITY Yohanes Jefrianus Kehi; Maria Naimnule
JURNAL EDUSCIENCE Vol 10, No 1 (2023): Jurnal Eduscience (JES), (Authors from Algeria and Indonesia)
Publisher : Universitas Labuhanbatu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36987/jes.v10i1.4013

Abstract

This research is a development research (R & D) which aims to produce a mathematics teaching material with ethnomathematics-based eliciting activities. The method used in this study is a development research method with five stages as follows: (1) Preliminary Investigation, (2) Design, (3) Realization/Construction, (4) Test -Evaluation and Revision (Test, Evaluation and Revision) and (5) Implementation (Implementation) but in this study, development was only carried out up to the first 4 stages because the implementation stage required a long process and time. The results of the validation of teaching materials and other tools by mathematicians and media experts show an average score of 4.46 which is classified as very good. and students, then a trial was carried out to see the effectiveness of learning through a mathematical literacy ability test where the results showed an average completeness of 80.25% in the good category. The conclusion of this study is that mathematics teaching materials using the eliciting activities model based on ethnomathematics are categorized as good and appropriate for use in teaching mathematics in junior high schools.Keywords: teaching materials, eliciting activities models, ethnomathematics, mathematical literacy skills Abstrak Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (R & D) yang bertujuan untuk menghasilkan suatu bahan ajar matematika dengan eliciting actvities berbasis etnomatematika. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode penelitian pengembangan dengan lima tahapan sebagai berikut: (1) investigasi awal (Preliminary Investigation), (2) Perancangan (Design), (3) Realisasi/Konstruksi (Realization/Construction), (4) Tes-Evaluasi dan Revisi (Test, Evaluation and Revision) dan (5) Implementasi (Implementation) namun Pada penelitian ini, pengembangan hanya dilakukan sampai pada 4 tahapan awal karena pada tahap implementasi memerlukan proses dan waktu yang cukup lama. Hasil validasi bahan ajar beserta perangkat lainnya oleh ahli matematika dan ahli media menunjukkan rata-rata skor 4,46 yang tergolong dalam kategori sangat baik, hasil uji coba kepraktisan bahan ajar dan perangkat lainnya menunjukkan bahwa semuanya dalam kategori praktis hal ini ditunjukkan melalui data aktivitas guru dan siswa, selanjutnya dilakukan uji coba untuk melihat keefektifan pembelajaran melalui tes kemampuan literasi matematika dimana hasil menunjukkan rata-rata ketuntasan 80,25% dengan kategori baik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahan ajar matematika dengan model eliciting activities berbasis etnomatematika dikategorikan baik dan layak untuk digunakan dalam pembelajaran matematika di sekolah menengah pertama.Kata Kunci: Bahan Ajar, Model Eliciting Activities, Etnomatematika, Kemampuan Literasi Matematika
PENGGUNAAN MEDIA TANGRAM PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SDK YASWARI NIKI-NIKI III Maria Naimnule; Hendrika Bete; Cecilia Novianti Salsinha; Dominifridus Bone
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i3.1035-1041

Abstract

Mata pelajaran matematika diajarkan di tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Perguruan Tinggi (PT). Salah satu tantangan dalam pembelajaran matematika adalah bagaimana seorang pengajar dapat memberikan pemahaman yang baik agar siswa/mahasiswa tersebut dapat mengerti apa yang dijelaskan, sehingga tidak muncul kesan yang negatif saat belajar matematika. Pada SDK Yaswari Niki-niki III masih banyak kesulitan yang ditemui dalam penguasaan siswa terhadap materi geometri. Salah satunya adalah karena kurangnya penggunaan media atau alat peraga yang dapat membantu siswa memahami konsep geometri sehingga materi yang disampaikan bersifat abstrak dan menimbulkan kejenuhan bagi sebagian besar siswa. Kegiatan pendampingan ini ditujukan untuk mengenalkan Permainan Tangram  sebagai alat bantu pembelajaran matematika yang dilaksanakan di SDK Yaswari Niki-niki III sehingga siswa/i mampu memahami konsep matematika dalam materi bangun datar dan meningkatkan kreativitas dan siswa-siswi dalam mempelajari konsep Geometri. Hal ini terlihat dari keterlibatan siswa/i yang begitu kreatif dalam pembelajaran yang ditantang untuk menggabungkan, membagi dan mengatur ulang potongan-potongan tangram yang sudah diacak oleh tim pengabdi. Hal ini dapat dibuktikan juga dari hasil pretest dan posttest meningkat yakni kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal sebelum dan sesudah mengikuti pembelajaran dengan media tangram dengan rata-ratanya adalah adalah dari 38,57 % meningkat menjadi 63,33%.
Penggunaan Teknologi Informasi dalam Pembelajaran Kalkulus I Pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Timor Maria Naimnule; Justin Eduardo Simarmata; Ferdinandus Mone
Jurnal Numeracy Vol 10 No 1 (2023)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/numeracy.v10i1.1906

Abstract

Perkembangan teknologi yang sangat pesat memberikan kemudahan berbagai pihak untuk menggunakannnya sebagai sarana penunjang pendidikan. Geogebra merupakan salah satu media pembelajaran kalkulus I yang dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk mendemonstrasikan atau memvisualisasikan dan mengkonstruksi konsep-konsep secara matematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan teknologi informasi terhadap hasil belajar mahasiswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan desain True Experimental Design dengan Pretest Posttest Control Group Design. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji paired sample t test. Berdasarkan hasil pengujian menunjukkan bahwa ada perbedaan atau peningkatan rata-rata hasil belajar mahasiswa dari pre test ke post test yaitu 55,16 menjadi 70,64, dan hasil out put SPSS menunjukkan nilai sig (2-tailed) adalah sebesar 0,000 lebih dari . Dengan demikian, penggunaan teknologi informasi berupa aplikasi geogebra dalam pembelajaran kalkulus I pada mahasiswa semester II Program Studi Pendidikan Matematika, FIP, Universitas Timor sangat berpengaruh terdahap hasil belajar mahasiswa. Perkembangan teknologi yang sangat pesat memberikan kemudahan berbagai pihak untuk menggunakannnya sebagai sarana penunjang pendidikan. Geogebra merupakan salah satu media pembelajaran kalkulus I yang dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk mendemonstrasikan atau memvisualisasikan dan mengkonstruksi konsep-konsep secara matematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan teknologi informasi terhadap hasil belajar mahasiswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan desain True Experimental Design dengan Pretest Posttest Control Group Design. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji paired sample t test. Berdasarkan hasil pengujian menunjukkan bahwa ada perbedaan atau peningkatan rata-rata hasil belajar mahasiswa dari pre test ke post test yaitu 55,16 menjadi 70,64, dan hasil out put SPSS menunjukkan nilai sig (2-tailed) adalah sebesar 0,000 lebih dari . Dengan demikian, penggunaan teknologi informasi berupa aplikasi geogebra dalam pembelajaran kalkulus I pada mahasiswa semester II Program Studi Pendidikan Matematika, FIP, Universitas Timor sangat berpengaruh terdahap hasil belajar mahasiswa.
Penggunaan Aplikasi Wolfram mathematica Sebagai Media Pembelajaran Bagi Guru-guru SMAK Warta Bakti Kefamenanu Eduardus BS Delvion; Yohanes Jefrianus Kehi; Maria Naimnule; Dominifridus Bone
Jurnal Pengabdian Sains dan Humaniora Vol 2 No 1 (2023): Edisi Mei 2023
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan-Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jpsh.2.1.2023.64-75

Abstract

Permasalahan yang sering dihadapi dunia pendidikan adalah lemahnya proses pembelajaran. Dalam proses kegiatan belajar mengajar, siswa lebih banyak belajar secara teori. Media pembelajaran merupakan sumber belajar yang dapat membantu guru dalam memperkaya wawasan siswa, dengan berbagai jenis media pembelajaran oleh guru maka dapat menjadi bahan dalam memberikan ilmu pengetahuan kepada siswa. Aplikasi ini adalah wolfram mathematica yang merupakan aplikasi yang dalam penggunaannya dengan bahasa komputasi. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan aplikasi wolfram mathmematica, memberikan pendampingan dan memberikan dorongan kepada guru atau tenaga pendidik di media pembelajaran bagi guru atau tenaga pendidik di SMAK Warta Bakti Kefamenanu agar semakin inovatif dan kreatif. Hasil yang diperoleh adalah guru-guru dan siswa memberikan respon positif berdasarkan angket kepuasan dan juga adanya pembaharuan instrumen pembelajaran berupa metode belajar dengan penggunaan media aplikasi berbasis komputasi.
Pelatihan Charting dengan Microsoft Excel Sebagai Sarana Pembelajaran Matematika di SMP Kristen Kefamenanu Justin Eduardo Simarmata; Ferdinandus Mone; Yosepha Patricia Wua Laja; Hendrika Bete; Maria Naimnule; Juventianus Kenjam; Debora Chrisinta
Kreativasi : Journal of Community Empowerment Vol. 2 No. 2 (2023): Vol.2 No. 2, 2023 : September 2023
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/kreativasi.v2i2.28809

Abstract

Mathematics learning carried out at SMP Kristen Kefamenanu refers to a teacher-centered learning system. Microsoft Excel is one application that can be used as a medium for learning mathematics to make it easier for students to solve problems, especially those related to the presentation of graphs. SMP Kristen Kefamenanu has a Computer Laboratory which also has a Microsoft Excel application. The purpose of this service is to provide Charting training using Microsoft Excel as a means of mathematics learning tool to students in SMP Kristen Kefamenanu. The activity was carried out for two days, and during the course of the activity students showed enthusiasm and were able to follow directions during the activity. The results of feedback given by students on the answers to the satisfaction questionnaire showed that students gave categories of strongly agree and agree on 18 questions. This shows that the existence of PKM activities that have been carried out can help students better understand mathematics lessons delivered at school, as well as increase knowledge for students in using Microsoft Excel as a tool for mathematics learning.
PENGGUNAAN METODE JARIMATIKA SEBAGAI INOVASI DALAM PENINGKATAN KEMAMPUAN BERHITUNG BAGI SISWA SD Cecilia Novianti Salsinha; Hendrika Bete; Maria Naimnule; Dominifridus Bone
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.19199

Abstract

Abstrak: Salah satu kemampuan berhitung yang penting adalah kemampuan perkalian. Namun, masih banyak siswa yang memanfaatkan kemampuan menghafal jika diberikan soal perkalian. Untuk menyelesaikan permasalahan ini, pengabdi melaksanakan workshop metode Jarimatika. Meskipun metode ini sudah banyak digunakan namun masih terdapat siswa yang belum mengenal metode ini. Oleh karena itu pengabdian ini selain bertujuan untuk memperkenalkan jarimatika kepada siswa tetapi juga untuk meningkatkan kemampuan berhitung siswa khususnya perkalian. Pengabdian ini dilaksanakan di SDK Yaswari Niki-Niki pada siswa kelas VI yang berjumlah 24 orang. Pengabdian dilaksanakan dalam bentuk pemberian pelatihan teknik berhitung dengan jarimatika. Pengabdian diawali dengan memberikan Pretest untuk mengetahui kemampuan operasi hitung dasar yang meliputi perkalian bilangan 1 sampai dengan 5 dan diakhiri dengan pemberian Posttest. Berdasarkan nilai Posttest yang diperoleh, hanya ada 2 orang siswa yang memperoleh nilai rendah masing masing 60 dan 40 sedangkan siswa lain memperoleh minimal 70 untuk nilai Posttest. Hal ini menunjukkan bahwa 83,33% siswa memahami dengan baik materi yang diberikan.Abstract: One of the important counting skills is the ability of multiplication. However, there are still many students who take advantage of memorization skills if given multiplication questions. To solve this problem, devotees conducted workshops on the Jarimatics method. Although this method has been widely used, there are still students who are not familiar with this method. Therefore, this devotion not only aims to introduce jarimatics to students but also to improve students' numeracy skills, especially multiplication. This service was carried out at SDK Yaswari Niki-Niki for grade VI students totaling 24 people. This service is carried out in the form of providing training in counting techniques with jarimatics. The service begins with giving a Pretest to determine the ability of basic calculation operations which include multiplying numbers 1 to 5 and ends with giving a Posttest. Based on the Posttest scores obtained, there were only 2 students who obtained low scores of 60 and 40 respectively while other students obtained a minimum of 70 for Posttest scores. This shows that 83.33% of students understand the material provided well.