Bonggol nanas (Ananas comosus (L.) Merr.) mengandung bromelain dan metabolit lain yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan memformulasikan ekstrak bonggol nanas ke dalam sediaan topikal berbasis nanogel serta mengevaluasi karakteristik fisik dan aktivitas antibakterinya terhadap Staphylococcus aureus. Penelitian menggunakan desain eksperimental laboratorium. Bonggol nanas diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%, kemudian diformulasikan menjadi empat sediaan, yaitu F0 tanpa ekstrak, FI ekstrak 1,5%, FII ekstrak 3%, dan FIII ekstrak 5%. Evaluasi meliputi organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, pengukuran ukuran partikel, stabilitas selama 28 hari, dan aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi sumuran. Seluruh formula berbentuk semi padat, homogen, dengan pH awal F0, FI, FII, dan FIII berturut-turut 5,50; 5,42; 5,33; dan 5,38. Viskositas awal berada pada rentang 16.356-31.917 cPs dan masih sesuai rentang viskositas gel. Pengukuran ukuran partikel belum dapat mengonfirmasi pembentukan nanogel karena sistem terlalu viskos, sehingga sediaan dikategorikan sebagai gel. Formula FII menghasilkan zona hambat tertinggi sebesar 9,00 mm dengan kategori sedang. Ekstrak bonggol nanas berpotensi sebagai bahan antibakteri alami dalam sediaan gel topikal, tetapi optimasi formula diperlukan untuk menghasilkan sistem nanogel yang ideal.
Copyrights © 2026