- Keragaman kemampuan, minat, dan kebutuhan belajar peserta didik menuntut penerapan pembelajaran yang adaptif, termasuk pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan pembelajaran berdiferensiasi serta menganalisis peluang dan tantangan yang dihadapi guru di kelas III SDN 57 Pepabri Kota Palopo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara semiterstruktur, dan dokumentasi dengan melibatkan guru Pendidikan Agama Islam dan peserta didik kelas III sebagai informan. Data dianalisis menggunakan model interaktif melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berdiferensiasi telah diterapkan pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Diferensiasi konten dilakukan melalui penggunaan media yang bervariasi dan penyederhanaan penyampaian materi, sedangkan diferensiasi proses diterapkan melalui penyesuaian cara menjelaskan dan intensitas pendampingan berdasarkan tingkat pemahaman peserta didik. Diferensiasi produk belum optimal karena tugas dan bentuk hasil belajar masih seragam. Penerapannya didukung oleh kedekatan guru dengan peserta didik, fleksibilitas penggunaan media, dan karakteristik materi yang kontekstual. Tantangannya meliputi keterbatasan sarana, keragaman kemampuan peserta didik, keterbatasan waktu, dan pemahaman diferensiasi yang belum menyeluruh. Pembelajaran berdiferensiasi memerlukan penguatan asesmen awal, variasi produk belajar, kompetensi guru, dan dukungan fasilitas sekolah.
Copyrights © 2026