Banjir yang terjadi di Desa Tualang Baro, Kabupaten Aceh Tamiang pada 25 November 2025 memberikan dampak signifikan terhadap kondisi kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak sebagai kelompok rentan. Kondisi pascabanjir menyebabkan penurunan kualitas sanitasi lingkungan yang berpotensi meningkatkan risiko penyakit berbasis lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan anak dalam menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) melalui pendekatan edukatif, partisipatif, dan aplikatif. Metode pelaksanaan meliputi tahapan sosialisasi, edukasi PHBS, distribusi dan demonstrasi penggunaan hygiene kit, pendampingan serta evaluasi, dan keberlanjutan program. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan anak dalam menjaga kebersihan diri, seperti mencuci tangan, menyikat gigi, dan menjaga kebersihan tubuh. Pendekatan interaktif melalui permainan dan praktik langsung terbukti efektif dalam meningkatkan partisipasi dan daya serap anak. Selain itu, distribusi hygiene kit sebagai sarana pendukung turut memperkuat perubahan perilaku yang lebih konsisten. Dengan demikian, integrasi antara edukasi PHBS dan penyediaan fasilitas kebersihan menjadi strategi yang efektif dalam meningkatkan derajat kesehatan anak pada kondisi pascabanjir.
Copyrights © 2026