Peristiwa Isra Mikraj umumnya dikaji melalui perspektif teologis, fisika, maupun saintifik. Namun, penelitian ini berupaya mengisi celah literatur dengan menganalisis peristiwa tersebut melalui pendekatan psikologi agama. Tujuan penelitian adalah mengeksplorasi Isra Mikraj sebagai divine consolation atau hiburan Ilahi bagi Nabi Muhammad SAW setelah melewati ‘ām al-ḥuzn (tahun kesedihan), yang ditandai dengan wafatnya Sayyidah Khadijah RA dan Abu Thalib, serta penolakan ekstrem dari masyarakat Makkah dan Thaif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka (library research) dan teknik hermeneutika psikologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Isra Mikraj merupakan bentuk intervensi psikologis dari Allah SWT yang berfungsi sebagai divine healing dan spiritual coping. Peristiwa ini tidak hanya memulihkan ketangguhan mental (resilience) Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menghadirkan mandat ibadah salat sebagai proses terapeutik berkelanjutan bagi kesehatan mental umat Islam dalam menghadapi krisis kehidupan.
Copyrights © 2026