Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra
Vol. 12 No. 3 (2026): Penulis pada Edisi ini Terdiri dari Dua (2) Negara: Indonesia dan Turki

Citra Perempuan pada Puisi Laa Tuhsabina Jamilah dan Sajak Cinta Ditulis Pada Usia 57: Kajian Sastra Bandingan

Nabiila Tunnisa (University Al-Azhar Indonesia)
Iin Suryaningsih (University Al-Azhar Indonesia)



Article Info

Publish Date
21 Aug 2026

Abstract

Penelitian ini mengkaji citra perempuan dalam dua puisi cinta, “Laa Tuhsabina Jamilah” karya Nizar Qabbani dan “Sajak Cinta Ditulis pada Usia 57” karya WS Rendra, dengan menggunakan pendekatan sastra bandingan. Kedua penyair secara konsisten mengeksplorasi tema perempuan dan cinta, menghadirkan sosok perempuan yang menyimpang dari standar kecantikan konvensional namun memiliki daya tarik yang mendalam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif komparatif melalui tiga tahap yaitu deskripsi, komparasi, dan sintesis, dengan fokus pada citra perempuan dari segi aspek fisik, psikis, dan social. Data dikumpulkan melalui pembacaan cermat terhadap kedua puisi, mengidentifikasi unsur unsur tekstual yang merepresentasikan citra perempuan, kemudia mengklasifikasikannya ke dalam ketiga aspek tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara fisik, kedua penyair menolak standar kecantikan konvensional dengan secara jujur mengakui ketidaksempurnaan perempuan sekaligus menemukan daya tarik sejatinya yang tercermin dalam metafora sensoris abstrak Qabbani seperti aroma anggur dan wangi jeruk, dibandingkan dengan penggambaran konkret Rendra atas kelemahan kelemahan fisik. Secara psikologis, kedua penyair sama sama mengakui kompleksitas kepribadian perempuan yang berlapis dan paradoksal, menggambarkan sifat sifat yang saling bertentangan serta dualitas antara keanggunan lahiriah dan kerapuhan batiniah. Secara sosial keduanya menolak stereotip patriarkal, Qabbani menolak konstruksi femme fatale, sementara Rendra menolak idealisme yang tidak realistis sekaligus mengangkat perempuan dari sekadar objek cinta menjadi subjek pemaknaan yang melampaui kehidupan individu. Meskipun berakar pada tradisi budaya yang berbeda, kedua penyair memiliki visi yang serupa mengenai citra perempuan dengan perbedaan utama terletak pada gaya ekspresi, yakni Qabbani melalui pendekatan yang sensual dan bernuansa sufistik mengikuti tradisi puisi Arab, sedangkan Rendra melalui gaya yang reflektif dan filosofis yang berakar pada tradisi puisi modern Indonesia.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

onoma

Publisher

Subject

Education Languange, Linguistic, Communication & Media

Description

Onoma adalah jurnal akademik yang diterbitkan pada bulan Mei dan November oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Cokroaminoto Palopo. Jurnal ini menyajikan artikel-artikel ilmiah tentang pendidikan, bahasa dan sastra Indonesia. ...