Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MODUL SAHABAT MEMBACA: PENGUATAN LITERASI BERBASIS PENGETAHUAN ISLAM PADA GEN ALFA DI KUNINGAN JAWA BARAT Dwi Santosa; Rosianna Fitri Fadillah; Iin Suryaningsih
Aplikasia: Jurnal Aplikasi Ilmu-ilmu Agama Vol. 26 No. 1 (2026)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/aplikasia.v26i1.4748

Abstract

Abstract - This study is motivated by the low reading interest and literacy skills among students aged 7–12 at MDTA Al-Muqoowim, Kuningan. Initial observations revealed that only 40% of students were able to explain the content of simple reading materials due to conventional teaching approaches that are not yet adaptive to the characteristics of Generation Alpha. To address this issue, the community service program "Sahabat Membaca," initiated by the Kawula Bakti community, intervened through the utilization of contextual learning modules based on Islamic knowledge. The program's implementation method was divided into five stages, with a core focus on multimodal interactive training that combines inspirational storytelling sessions of Islamic figures, guided reading in small groups, and educational games such as character guessing and word chains. Evaluation using pre-tests and post-tests indicated significant improvements across all success indicators: participants' active engagement reached 92%, reading comprehension jumped to 82%, and the text retelling capability reached 80%. These findings demonstrate that the integration of functional literacy and Islamic values effectively fosters students' intrinsic reading motivation. This program contributes a novel, gen-alpha-friendly learning model within the madrasah environment. It is recommended that this module be integrated regularly and followed up with periodic teacher training.   Keyword: Gen Alpha, Literacy Capability, Reading Interest, Islamic Knowledge.   Abstrak - Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat baca dan kemampuan literasi siswa usia 7–12 tahun di MDTA Al-Muqoowim, Kuningan. Hasil observasi awal menunjukkan hanya 40% peserta didik yang mampu menjelaskan isi bacaan sederhana akibat pendekatan pembelajaran yang konvensional dan belum adaptif terhadap karakteristik generasi alfa. Untuk mengatasi masalah tersebut, program pengabdian "Sahabat Membaca" oleh komunitas Kawula Bakti mengintervensi melalui penggunaan modul ajar kontekstual berbasis pengetahuan Islam. Metode pelaksanaan program ini terbagi menjadi lima tahapan, dengan fokus inti pada pelatihan interaktif multimodal yang mengombinasikan sesi cerita inspiratif tokoh Islam, membaca terpimpin dalam kelompok kecil, dan permainan edukatif (seperti tebak tokoh dan kata berantai). Hasil evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh indikator keberhasilan: partisipasi aktif peserta mencapai 92% , pemahaman isi bacaan melonjak menjadi 82% , dan kemampuan menceritakan kembali (retelling) teks mencapai 80%. Keberhasilan ini membuktikan bahwa integrasi literasi fungsional dan nilai keislaman efektif menumbuhkan motivasi membaca intrinsik siswa. Program ini berkontribusi memberikan model pembelajaran baru yang ramah generasi alfa (gen-alpha friendly) di madrasah. Direkomendasikan agar modul ini diintegrasikan secara rutin serta ditindaklanjuti dengan pelatihan guru secara berkala.   Kata kunci: Gen Alfa, Kemampuan Literasi, Minat Membaca, Pengetahuan Islam.
Citra Perempuan pada Puisi Laa Tuhsabina Jamilah dan Sajak Cinta Ditulis Pada Usia 57: Kajian Sastra Bandingan Nabiila Tunnisa; Iin Suryaningsih
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 3 (2026): Penulis pada Edisi ini Terdiri dari Dua (2) Negara: Indonesia dan Turki
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jcpr0103

Abstract

Penelitian ini mengkaji citra perempuan dalam dua puisi cinta, “Laa Tuhsabina Jamilah” karya Nizar Qabbani dan “Sajak Cinta Ditulis pada Usia 57” karya WS Rendra, dengan menggunakan pendekatan sastra bandingan. Kedua penyair secara konsisten mengeksplorasi tema perempuan dan cinta, menghadirkan sosok perempuan yang menyimpang dari standar kecantikan konvensional namun memiliki daya tarik yang mendalam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif komparatif melalui tiga tahap yaitu deskripsi, komparasi, dan sintesis, dengan fokus pada citra perempuan dari segi aspek fisik, psikis, dan social. Data dikumpulkan melalui pembacaan cermat terhadap kedua puisi, mengidentifikasi unsur unsur tekstual yang merepresentasikan citra perempuan, kemudia mengklasifikasikannya ke dalam ketiga aspek tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara fisik, kedua penyair menolak standar kecantikan konvensional dengan secara jujur mengakui ketidaksempurnaan perempuan sekaligus menemukan daya tarik sejatinya yang tercermin dalam metafora sensoris abstrak Qabbani seperti aroma anggur dan wangi jeruk, dibandingkan dengan penggambaran konkret Rendra atas kelemahan kelemahan fisik. Secara psikologis, kedua penyair sama sama mengakui kompleksitas kepribadian perempuan yang berlapis dan paradoksal, menggambarkan sifat sifat yang saling bertentangan serta dualitas antara keanggunan lahiriah dan kerapuhan batiniah. Secara sosial keduanya menolak stereotip patriarkal, Qabbani menolak konstruksi femme fatale, sementara Rendra menolak idealisme yang tidak realistis sekaligus mengangkat perempuan dari sekadar objek cinta menjadi subjek pemaknaan yang melampaui kehidupan individu. Meskipun berakar pada tradisi budaya yang berbeda, kedua penyair memiliki visi yang serupa mengenai citra perempuan dengan perbedaan utama terletak pada gaya ekspresi, yakni Qabbani melalui pendekatan yang sensual dan bernuansa sufistik mengikuti tradisi puisi Arab, sedangkan Rendra melalui gaya yang reflektif dan filosofis yang berakar pada tradisi puisi modern Indonesia.