Penelitian ini bertujuan menganalisis pelanggaran etika penyiaran dalam program Xpose Uncensored Trans7, serta faktor penyebab dan implikasinya terhadap persepsi publik. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough (teks, praktik diskursif, praktik sosial). Data diperoleh melalui dokumentasi tayangan, analisis regulasi P3SPS (Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran) dari KPI (Komisi Penyiaran Indonesia), dan wawancara. Hasil menunjukkan pelanggaran terhadap P3 Pasal 6 dan 7, SPS Pasal 6 dan 16, serta UU No. 32 Tahun 2002 Pasal 36. Pelanggaran ditandai oleh representasi pesantren yang tidak berimbang melalui narasi dan visual yang sensasional dan stigmatis. Faktor penyebab meliputi lemahnya gatekeeping, kurang optimalnya penyuntingan, dan dominasi orientasi komersial. Studi ini menegaskan media tidak netral, melainkan membentuk realitas sosial secara ideologis. Rekomendasi mencakup penguatan pengawasan internal dan peningkatan literasi media masyarakat.
Copyrights © 2026