Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

SOSIALISASI PENANGANAN DAN PENCEGAHAN STUNTING DI DESA DANGIANG KECAMATAN KAYANGAN KABUPATEN LOMBOK UTARA Raudatul Jannah; Sri Syahruni; Herry Padly; Kasful Khaeri; Shofiatul Shakinah; M. Jalaludin Akbar; Chairil Anhar; Rizky Tsabitul Azmi; Istiana Ningsih; Taopan Hidayat; Musdalifa Musdalifa; Mustalia Mustalia; Shafwan Al Ansyori; Feby Putri P; Arif Wijaya
JURNAL ABDI MASYARAKAT ILMU PEMERINTAHAN (JAMIN) Vol 2, No 1 (2023): Februari
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jamin.v2i1.19906

Abstract

Desa Dangiang merupakan salah satu desa dari 10 Desa yang ada di Kecamatan Kayangan, Desa Dangiang terdiri dari 8 (delapan) Dusun. Desa Dangiang berdiri sejak tahun 2001, yang merupakan pemekaran dari Desa Kayangan. Dangiang termasuk daerah yang memiliki nilai stunting cukup tinggi. Maka perlu dilakukannya sosialisasi yang mampu membimbing masyarakat dan meningkatkan kesadaran serta pemahamannya terkait stunting. Kegiatan sosialisasi dilaksanakan melalui berbagai metode, seperti workshop, pelatihan, kampanye pendidikan, dan kunjungan rumah ke masyarakat desa. Kegiatan ini terintegrasi dengan program kerja KKN mahasiswa UMMAT periode 2023 yang ada di Desa Dangiang. Program kerja ini berhasil memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang penanganan dan pencegahan stunting. Melalui sosialisasi, edukasi, dan kolaborasi dengan tenaga kesehatan, kami berharap bahwa desa ini akan terus bergerak menuju kondisi yang lebih baik dalam hal pertumbuhan dan perkembangan anak-anak mereka.
Analisis Wacana Kritis Terhadap Narasi dan Visualisasi Pesantren Program Xpose Uncensored Trans7 Raudatul Jannah; Fathurrijal; Yusron Saudi; Endang Rahmawati
Jurnal PIKMA : Publikasi Ilmu Komunikasi Media Dan Cinema Vol. 9 No. 1 (2026): September 2026
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas AMIKOM Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/pikma.2026v9i1.2598

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pelanggaran etika penyiaran dalam program Xpose Uncensored Trans7, serta faktor penyebab dan implikasinya terhadap persepsi publik. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough (teks, praktik diskursif, praktik sosial). Data diperoleh melalui dokumentasi tayangan, analisis regulasi P3SPS (Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran) dari KPI (Komisi Penyiaran Indonesia), dan wawancara. Hasil menunjukkan pelanggaran terhadap P3 Pasal 6 dan 7, SPS Pasal 6 dan 16, serta UU No. 32 Tahun 2002 Pasal 36. Pelanggaran ditandai oleh representasi pesantren yang tidak berimbang melalui narasi dan visual yang sensasional dan stigmatis. Faktor penyebab meliputi lemahnya gatekeeping, kurang optimalnya penyuntingan, dan dominasi orientasi komersial. Studi ini menegaskan media tidak netral, melainkan membentuk realitas sosial secara ideologis. Rekomendasi mencakup penguatan pengawasan internal dan peningkatan literasi media masyarakat.
GAMIFIKASI ENGKLEK UNTUK PENGUATAN KETAHANAN SOSIAL DIGITAL SISWA TERHADAP HATE SPEECH DAN CYBERBULLYING Nurliya Ni'matul Rohmah; Endang Rahmawati; Suswandi Suswandi; Raudatul Jannah; Anggun Hidayah Putri
Journal of Community Empowerment Vol 5, No 3 (2026): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v5i3.40108

Abstract

ABSTRAKProgram penguatan ketahanan sosial digital melalui gamifikasi Engklek "Ruang Aman Digital Anak" di Yayasan Chilihouse, Lombok Utara, bertujuan meningkatkan pemahaman siswa usia 10-13 tahun tentang keamanan digital, etika bermedia, ujaran kebencian, dan cyberbullying serta memperkuat pendampingan orang tua. Kegiatan dilaksanakan melalui sosialisasi, pelatihan interaktif, simulasi, permainan engklek tematik, pendampingan, dan evaluasi pre-test-post-test. Evaluasi kuantitatif mencakup 45 peserta yang hadir dan mengisi kedua tes. Rerata skor meningkat dari 55,5 menjadi 85,5, dengan kenaikan 30 atau 54,05% Observasi kegiatan juga menunjukkan keterlibatan aktif siswa dalam diskusi dan keberanian menyampaikan pengalaman digital, sedangkan orang tua mulai mengidentifikasi strategi pendampingan berbasis dialog. Hasil ini menunjukkan kelayakan gamifikasi berbasis permainan tradisional sebagai media literasi digital yang kontekstual dan mudah direplikasi. Namun, penilaian dampak jangka panjang masih memerlukan pengukuran lanjutan setelah program.Kata kunci: Cyberbullying; Engklek edukatif; Ketahanan sosial digital; Literasi digital; Ruang aman anak. ABSTRACTThis community engagement program used the "Safe Digital Space for Children" hopscotch game at Yayasan Chilihouse, North Lombok, to strengthen digital social resilience among students aged 10-13 years and improve parental guidance. The program combined socialization, interactive training, simulation, thematic hopscotch, mentoring, and pre-test-post-test evaluation. The quantitative evaluation included 45 participants who attended and completed both tests]. The mean score increased from 55,5 to 85,5, equivalent to 30 or 54,05%. Field observations also indicated active student participation, greater willingness to discuss digital experiences, and improved parental recognition of dialogue-based guidance strategies. These findings support the feasibility of adapting a traditional game as a contextual and replicable digital literacy medium. Longer-term follow-up is still required before conclusions can be drawn about sustained behavioral change.Keywords: Cyberbullying; Educational hopscotch; Digital social resilience; Digital literacy; Safe spaces for children.