Jurnal Geosaintek
Vol. 12 No. 3 (2026)

ANALISIS GRANULOMETRI DAN KEMATANGAN BATUPASIR FORMASI KOTABAKTI DAN ANGGOTA PADANGTIJI SEBAGAI EVALUASI AWAL POTENSI RESERVOIR MINYAK DAN GAS BUMI

Hidayat Syah Putra (Universitas Syiah Kuala)
Tika Hapsari (Universitas Syiah Kuala)
Intan Mutia Anindira Putri (Universitas Syiah Kuala)
Dina Gunarsih (Universitas Syiah Kuala)
Fahri Adrian (Universitas Syiah Kuala)



Article Info

Publish Date
30 Aug 2026

Abstract

Formasi Kotabakti dan Anggota Padangtiji yang berkembang di Kecamatan Keumala, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, merupakan bagian dari Cekungan Sumatra Utara yang berpotensi sebagai batuan reservoir migas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis statistik granulometri dan tingkat kematangan batupasir serta implikasinya terhadap kualitas reservoir. Metode penelitian meliputi pemetaan geologi lapangan, analisis granulometri dengan metode ayakan terhadap enam sampel batupasir, serta analisis petrografi sayatan tipis pada empat sampel batuan. Analisis granulometri dilakukan untuk memperoleh parameter statistik ukuran butir berupa mean, sortasi, skewness, dan kurtosis, sedangkan analisis petrografi digunakan untuk menentukan komposisi mineralogi, kandungan matriks, serta klasifikasi batupasir berdasarkan (Pettijohn, 1975) dan (Dunham, 1962). Hasil penelitian menunjukkan bahwa batupasir didominasi oleh ukuran butir pasir sangat halus hingga pasir sedang dengan sortasi baik hingga sangat baik. Namun, beberapa sampel petrografi memiliki kandungan matriks yang tinggi (>15%) seperti lithic wacke sehingga diklasifikasikan pada tingkat kematangan tekstural yang rendah (immature). Batupasir lithic wacke menunjukkan kehadiran fragmen litik dalam jumlah signifikan yang mengindikasikan pengaruh lingkungan tektonik aktif pada saat sedimentasi (Dickinson and Suczek, 1979), namun implikasinya terhadap pembentukan porositas sekunder memerlukan analisis diagenesis yang lebih mendalam. Secara umum, hasil analisis granulometri batupasir pada STA 2, STA 10, dan STA 18 dikategorikan sebagai poor reservoir quality, sedangkan STA 28, STA 37, dan STA 57 memiliki moderate reservoir quality. Penelitian ini menegaskan bahwa tingkat kematangan batupasir berperan penting dalam mengontrol kualitas reservoir, namun evaluasi reservoir secara komprehensif memerlukan integrasi dengan data petrofisika.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

geosaintek

Publisher

Subject

Earth & Planetary Sciences

Description

Jurnal Geosaintek mempublikasikan dan menerbitkan hasil kajian, penelitian, penerapan ilmu pengetahuan serta teknologi di bidang ...