Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan masyarakat Gampong Baro, Aceh Besar dalam upaya mitigasi bencana geologi Muhammad Ridha Adhari; Dewi Sartika; Dina Gunarsih; Hidayat Syah Putra; Rifqan Rifqan; Gartika Setiya Nugraha; Akmal Muhni
PESARE: Jurnal Pengabdian Sains dan Rekayasa Vol 3, No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/pesare.v3i1.44386

Abstract

Gampong Baro, subdistrict of Mesjid Raya, Aceh Besar was strongly hit by the Indian ocean earthquake and tsunami in 2004. This is mainly due to its location which is situated near the shoreline. Moreover, many villagers of the Gampong Baro lost their lives during that geological hazard. It is well known that earthquake and tsunami may potentially return again in the future, and may cause another great misery. Our earlier, current study shows that many villagers of Gampong Baro are not familiar with the earthquake and tsunami hazards, and they have very little understanding of these geological phenomenon. Therefore, in order to help mitigate this geological hazard, we decided to organize a training about geological hazards mitigation procedures for the villagers of Gampong Baro, Aceh Besar. There are two objectives of this community service, which are: (1) to improve geological knowledge of the villagers of Gampong Baro, Aceh Besar; and (2) to conduct training about geological hazards mitigation procedures. Qualitative analysis, including focus group discussion, interviews, questionnaire, and surveys was carried out during this activity. Our findings show that villagers of Gampong Baro, Aceh Besar are eager to learn about geological knowledge, and have strong commitment to better understand many geological hazard mitigation procedures. They were very happy that we provided this training because they considered it as an important training, considering the potential of many geological hazards that may hit their village.
ANALISIS GRANULOMETRI DAN KEMATANGAN BATUPASIR FORMASI KOTABAKTI DAN ANGGOTA PADANGTIJI SEBAGAI EVALUASI AWAL POTENSI RESERVOIR MINYAK DAN GAS BUMI Hidayat Syah Putra; Tika Hapsari; Intan Mutia Anindira Putri; Dina Gunarsih; Fahri Adrian
Jurnal Geosaintek Vol. 12 No. 3 (2026)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j25023659.v12i3.8936

Abstract

Formasi Kotabakti dan Anggota Padangtiji yang berkembang di Kecamatan Keumala, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, merupakan bagian dari Cekungan Sumatra Utara yang berpotensi sebagai batuan reservoir migas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis statistik granulometri dan tingkat kematangan batupasir serta implikasinya terhadap kualitas reservoir. Metode penelitian meliputi pemetaan geologi lapangan, analisis granulometri dengan metode ayakan terhadap enam sampel batupasir, serta analisis petrografi sayatan tipis pada empat sampel batuan. Analisis granulometri dilakukan untuk memperoleh parameter statistik ukuran butir berupa mean, sortasi, skewness, dan kurtosis, sedangkan analisis petrografi digunakan untuk menentukan komposisi mineralogi, kandungan matriks, serta klasifikasi batupasir berdasarkan (Pettijohn, 1975) dan (Dunham, 1962). Hasil penelitian menunjukkan bahwa batupasir didominasi oleh ukuran butir pasir sangat halus hingga pasir sedang dengan sortasi baik hingga sangat baik. Namun, beberapa sampel petrografi memiliki kandungan matriks yang tinggi (>15%) seperti lithic wacke sehingga diklasifikasikan pada tingkat kematangan tekstural yang rendah (immature). Batupasir lithic wacke menunjukkan kehadiran fragmen litik dalam jumlah signifikan yang mengindikasikan pengaruh lingkungan tektonik aktif pada saat sedimentasi (Dickinson and Suczek, 1979), namun implikasinya terhadap pembentukan porositas sekunder memerlukan analisis diagenesis yang lebih mendalam. Secara umum, hasil analisis granulometri batupasir pada STA 2, STA 10, dan STA 18 dikategorikan sebagai poor reservoir quality, sedangkan STA 28, STA 37, dan STA 57 memiliki moderate reservoir quality. Penelitian ini menegaskan bahwa tingkat kematangan batupasir berperan penting dalam mengontrol kualitas reservoir, namun evaluasi reservoir secara komprehensif memerlukan integrasi dengan data petrofisika.