Kompetensi profesional merupakan kompetensi yang harus terus dikembangkan guru agar mampu menyesuaikan pembelajaran dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebijakan pendidikan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui Self Directed Learning (SDL), yaitu proses belajar yang dilakukan secara mandiri berdasarkan kebutuhan dan inisiatif guru. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses Self Directed Learning guru sosiologi dalam meningkatkan kompetensi profesional. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif di SMAN 1 Padarincang. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman dengan mereduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan data peneliti menggunakan triangulasi dan member cheking.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan guru dalam melakukan Self Directed Learning dipengaruhi oleh dimensi signifikansi, dominasi, dan legitimasi yang membentuk cara guru memaknai pembelajaran mandiri, memanfaatkan sumber daya, dan menjalankan norma profesional. Proses Self Directed Learning dilakukan melalui identifikasi kebutuhan belajar, penetapan tujuan belajar, identifikasi sumber belajar, pemilihan strategi belajar, dan evaluasi hasil belajar. Praktik tersebut berkontribusi terhadap peningkatan kompetensi profesional guru melalui penguasaan materi, pengembangan perangkat pembelajaran, serta inovasi strategi pembelajaran. Selain itu, struktur sekolah berperan sebagai sarana (enabling) sekaligus kekangan (constraining) dalam membentuk tindakan guru melakukan Self Directed Learning.
Copyrights © 2026